REPUBLIKA.CO.ID, SOLO – Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Setelah diamankan, Etik Suryani menjalani pemeriksaan di Polresta Solo hingga Jumat (10/7) pagi.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Etik Suryani bersama sejumlah pihak lain meninggalkan Mapolresta Solo pada pagi hari sekitar pukul 05.45 WIB. Mereka diberangkatkan menggunakan sebuah bus dengan pengawalan petugas menuju lokasi yang belum diumumkan secara resmi.
Selain etik, petugas di lokasi juga membawa sejumlah koper warna hijau. Sejak Kamis (9/7) malam, aktivitas di Mapolresta Solo menjadi sorotan setelah KPK dikabarkan membawa Etik untuk menjalani pemeriksaan awal di polresta Surakarta. Pemeriksaan berlangsung hingga menjelang pagi.
Hingga berita ini ditulis, KPK belum memberikan keterangan resmi mengenai konstruksi perkara maupun jumlah pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. Sesuai prosedur, lembaga antirasuah memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
Di sisi lain, Etik enggan memberikan komentar saat ditanya mengenai operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat dirinya. Mengenakan pakaian bernuansa hitam dipadukan dengan celana biru, ia hanya berjalan menuju bus yang telah disiapkan tanpa menghiraukan pertanyaan awak media.




