REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang menjadi Terdakwa penyiraman air keras Wakil Koordinator Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus lolos dari sanksi pemecatan.
Pengadilan Tinggi Militer memutuskan penghapusan pidana pemecatan terhadap keduanya.
Pengadilan tingkat banding itu mengubah putusan Pengadilan Militer II-08 Jakarta Nomor: 70-K/PM II-08/AL/IV/2026 tanggal 10 Juni 2026. Pengadilan tinggi menerima pengajuan banding para terdakwa.
"Menyatakan menerima secara formal permohonan banding yang diajukan oleh para Terdakwa yaitu Terdakwa- I Edi Sudarko, Serda Mar Nrp 102064. Terdakwa II Budhi Hariyanto Wiidhi Cahyono, Lettu Mar Nrp 23990/P, Terdakwa III Nandala Dwi Prasetya, Kapten Mar Nrp 240121/P Dan Terdakwa IV Sami Lakka, Lettu Pas NRP 533904," begitu bunyi putusan dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Jumat (4/9/2026).
Sayangnya laman SIPP itu tidak memberi informasi identitas majelis hakim yang mengadili perkara itu. Lewat putusan tersebut, terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko dipidana penjara 2 tahun dan 6 bulan.




