Rabu 08 Jul 2026 12:02 WIB

Hari Pustakawan Indonesia 2026, Perpusnas Tegaskan Jenama Baru

Jenama pustakawan sebagai pemelajar sepanjang hayat diwujudkan melalui komitmen.

Kepala Perpusnas RI Prof E Aminudin Aziz.
Foto: Republika
Kepala Perpusnas RI Prof E Aminudin Aziz.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memanfaatkan momentum Hari Pustakawan Indonesia 2026 untuk memperkenalkan jenama baru pustakawan sebagai pemelajar sepanjang hayat (lifelong learner). Perpusnas ingin menegaskan peran pustakawan sebagai penggerak literasi, penjaga pengetahuan, sekaligus agen pembelajaran sepanjang hayat di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kecerdasan buatan (AI)

Pada peringatan Hari Pustakawan Indonesia tahun ini, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) mengusung tema "Pustakawan Terlibat, Bersinergi, dan Berintegritas". Bagi Perpusnas, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat arah pengembangan profesi pustakawan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pembelajaran sepanjang hayat guna mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Baca Juga

Kepala Perpusnas RI Prof E Aminudin Aziz menjelaskan, perubahan lanskap informasi menuntut pustakawan untuk terus berkembang agar perpustakaan tetap menjadi ruang belajar yang relevan bagi masyarakat. Menurut dia, pustakawan hari ini bukan lagi dipandang sebagai penjaga rak buku.

"Mereka adalah penghubung masyarakat dengan pengetahuan, pendamping belajar sepanjang hayat, sekaligus penggerak lahirnya budaya literasi. Karena itu, Hari Pustakawan Indonesia menjadi momentum untuk semakin menguatkan peran pustakawan sebagai agen perubahan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Aminuddin menyatakan, transformasi profesi pustakawan harus diawali dengan perubahan cara pandang terhadap profesi tersebut. Karena itu, sambung dia, Perpusnas memperkuat jenama pustakawan sebagai pemelajar sepanjang hayat, yakni pribadi yang terus belajar, berkembang, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin membangun jenama baru bahwa pustakawan adalah pemelajar sepanjang hayat yang terus belajar, berkembang, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Profesi ini harus dikenal bukan karena menjaga buku, tetapi karena menghidupkan ilmu pengetahuan," ucap Aminuddin.

Menurut dia, jenama pustakawan sebagai pemelajar sepanjang hayat diwujudkan melalui komitmen untuk terus bertumbuh, berkembang, dan berkreasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Pustakawan tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola koleksi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran, penjaga pengetahuan, pewaris peradaban, serta penghubung masyarakat dengan berbagai sumber pengetahuan.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi