Senin 06 Jul 2026 05:47 WIB

Berpartisipasi pada IFBC, BPDP Perluas Akses UMKM Perkebunan

Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan.

Booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center pada 3-5 Juli 2026.
Foto: Republika
Booth Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center pada 3-5 Juli 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pameran Info Franchise & Business Concept (IFBC) di Jogja Expo Center pada 3-5 Juli 2026. Pameran IFBC menghadirkan ratusan peluang usaha bagi seluruh masyarakat terutama area Yogyakarta, untuk mendorong pertumbuhan UMKM naik kelas.

Pengunjung dapat mengenal beragam produk olahan berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansah mengatakan, partisipasi pada IFBC 2026 menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku UMKM perkebunan dengan mitra, investor, maupun masyarakat.

Baca Juga

"IFBC menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan berbasis komoditas perkebunan kepada masyarakat, pelaku usaha, hingga calon investor. Kami berharap keikutsertaan BPDP dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi dan mendorong UMKM perkebunan untuk terus berkembang, berinovasi, dan naik kelas," ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, Senin (6/5/2026).

Helmi menjelaskan, BPDP terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM perkebunan melalui berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas usaha. Termasuk perluasan akses pasar dan penguatan hilirisasi komoditas perkebunan.

"Komoditas perkebunan Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pada ajang IFBC 2026, BPDP ingin mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha yang mampu mengolah potensi perkebunan menjadi produk yang inovatif, kompetitif, dan memiliki daya saing di pasar nasional maupun global," ucap Helmi.

Berita Terkait
Berita Lainnya

Rekomendasi