REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta pengelola Senayan City dan Plaza Senayan untuk membangun terowongan penghubung di bawah tanah. Terowongan itu dinilai dapat mengurangi kemacetan lalu lintas akibat orang yang menyeberang jalan.
Hal itu disampaikan Pramono itu bukan sekadar permintaan biasa. Dia bahkan mewajibkan dua pengelola mal tersebut benar-benar bisa mewujudkan pembangunan terowongan di bawah Jalan Asia Afrika.
"Jadi untuk Senayan City dengan Plaza Senayan, itu juga saya wajibkan untuk dihubungkan di bawah," kata Pramono dikutip Republika di Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Menurut dia, pembahasan mengenai pembangunan terowongan itu sudah lama dilakukan. Namun, selama ini pembangunan itu terkendala kepentingan masing-masing pengelola mal tersebut.
Karena itu, Pramono akan mengeluarkan jurus lain agar pengelola Senayan City dan Plaza Senayan bisa mewujudkan pembangunan terowongan itu. Jurus yang bakal digunakan adalah mengancam menaikkan pajak untuk dua pengelola mal tersebut.
"Egonya memang dari dulu tidak pernah ketemu. Saya bilang, kalau tidak mau disambungkan, ya sudah, pajaknya kita naikkan karena mengganggu lalu lintas. Itulah cara kerja kita. Jadi kita tidak usah repot, pajaknya dinaikkan saja, pasti mereka akan bersedia untuk bernegosiasi karena hal itu saling menguntungkan mereka berdua," kata Pramono.
Dia menjelaskan, pembangunan terowongan itu tidak hanya akan menguntungkan masyarakat secara luas. Lebih dari itu, pengelola dua mal tersebut pasti akan mendapatkan keuntungan signifikan.
"Menguntungkan Plaza Senayan, menguntungkan Senayan City. Tetapi karena egonya tidak pernah bertemu, itulah yang sekarang sedang kami kerjakan," ucap Pramono.




