REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI - Pagelaran Inovasi & Kreativitas Mahasiswa Indonesia (PIKMI) 2026 yang digelar di Hall C BSI Convention Center (BSI Convex), Kaliabang, Bekasi Sabtu (23/5/2026), menjadi ajang lahirnya inovasi teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dari mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Dalam kategori Lomba Software Development bertema Artificial Intelligence for Sustainable Future, tim mahasiswa UBSI (Universitas Bina Sarana Informatika) berhasil meraih juara 1 melalui pengembangan software manajemen inventori digital untuk membantu operasional bisnis dan UMKM.
Kompetisi Software Development berbasis AI ini dirancang untuk mendorong kreativitas, inovasi, serta kemampuan teknis mahasiswa dalam menciptakan solusi digital yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan sesuai prinsip Sustainable Development Goals (SDGs).
Tim pemenang dari UBSI terdiri atas Fardani Azhar, Arfandi Azhar, dan Muhammad Sany dari Program Studi Teknologi Informasi semester 8. Mereka mengembangkan sistem inventori digital berbasis web yang membantu pelaku usaha mengelola stok barang secara lebih cepat, akurat, dan efisien.
Fardani menjelaskan ide pembuatan software tersebut muncul dari permasalahan yang masih sering dihadapi pelaku UMKM dalam pengelolaan stok barang secara manual.
“Banyak bisnis dan UMKM masih mencatat stok secara manual sehingga rawan terjadi kesalahan data, stok habis tidak terpantau, dan riwayat barang sulit dilacak. Karena itu kami membuat sistem manajemen inventori digital untuk membantu operasional menjadi lebih cepat dan akurat,” ujarnya.
Aplikasi tersebut memiliki berbagai fitur seperti pengelolaan produk, kategori, supplier, stok masuk dan keluar, hingga peringatan stok rendah. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah menjaga akurasi data stok saat terjadi transaksi barang masuk maupun keluar.
“Kami mengatasinya dengan membuat fitur inventory movement yang secara otomatis menambah atau mengurangi stok produk serta menyimpan riwayat pergerakan barang,” kata Fardani.
Dalam pengembangannya, mereka menggunakan berbagai teknologi modern seperti Laravel 12, PHP, Blade, Tailwind CSS, Vite, serta sistem autentikasi Laravel Breeze. Laravel dipilih karena dinilai stabil, aman, dan cocok untuk pengembangan aplikasi berbasis database seperti sistem inventori.
Ke depan, tim berencana mengembangkan berbagai fitur tambahan agar software tersebut semakin optimal digunakan pelaku usaha dan UMKM.
“Fitur yang ingin kami tambahkan ke depan antara lain laporan stok otomatis, export PDF dan Excel, barcode atau QR scan, notifikasi stok rendah, role admin dan staff, hingga analitik penjualan dan pergerakan barang,” kata Fardani.
Selain menjadi ajang kompetisi, PIKMI 2026 juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang inovatif dan siap menciptakan solusi digital berbasis AI untuk menjawab tantangan masa depan.
“Jangan takut mulai dari masalah sederhana di sekitar kita. Inovasi tidak harus besar sejak awal, yang penting solusinya nyata, bermanfaat, dan terus dikembangkan,” kata dia.