Selasa 14 Jul 2026 20:45 WIB

Dilema Kopdes, Wamentan: Dibikin di Sawah Salah, di Tanah Bukan Sawah Dibilang tak Ada Orang

Sudaryono menyebut alih fungsi lahan sudah diatur, termasuk jika berkenaan dengan PSN

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono.
Foto: Kementrian Pertanian
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengomentari soal adanya sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Tengah (Jateng) yang berdiri di atas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Dia menekankan bahwa lokasi pembangunan KDKMP sudah melalui proses rembuk desa.

Sudaryono menjelaskan, alih fungsi lahan sudah diatur, termasuk jika berkenaan dengan Proyek Strategis Nasional (PSN).

Baca Juga

"Intinya adalah lahan yang diambil karena PSN, karena pabrik, karena apapun itu, karena memang penting, kalau memang tidak bisa dihindarkan, kalau bisa memang kita bikin di tempat yang bukan sawah," kata Sudaryono saat memberikan keterangan kepada media seusai menghadiri acara Sosialisasi Dana Bergulir LPDB Koperasi di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, mencari lokasi pembangunan KDKMP memang agak sulit. "Nanti dibikin di sawah, salah. Dibikin yang bukan tanah sawah, dibilang katanya enggak ada orang. Kan serba susah ya," ujarnya.

Oleh sebab itu, Sudaryono menilai seluruh pihak dapat bersikap arif. "Intinya adalah semua lokasi Kopdes itu atas kesepakatan dari warga desa, dari anggota Kopdes-nya," katanya.

"Mau dibangun di mana, itu kesepakatan. Bukan maunya saya, bukan maunya Pak Menteri, bukan maunya siapa-siapa. Maunya warga desa," tambah Sudaryono.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi