Selasa 26 May 2026 21:45 WIB

BGN Kena Efisiensi, Siswa Libur Sekolah tak Lagi Diberi MBG

BGN memastikan efisiensi tak akan mengurangi kualitas layanan dan pemenuhan gizi.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Ahad (10/5/2026). Sebanyak 24 SPPG di Kota Solo memamerkan beragam menu MBG dan membagikan 2.400 porsi menu MBG secara gratis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang.
Foto: ANTARA FOTO/Maulana Surya
Petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menata menu Makan Bergizi Gratis (MBG) saat dipamerkan di Graha Wisata Niaga, Solo, Jawa Tengah, Ahad (10/5/2026). Sebanyak 24 SPPG di Kota Solo memamerkan beragam menu MBG dan membagikan 2.400 porsi menu MBG secara gratis untuk membangun kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program MBG, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan penyesuaian pola distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian daribefisiensi anggaran pemerintah. Meski begitu, BGN memastikan efisiensi itu tidak akan mengurangi kualitas layanan dan pemenuhan gizi kepada para penerima manfaat.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan penyesuaian tersebut dilakukan melalui perubahan pola distribusi MBG yang sebelumnya berjalan enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu. Pendistribusian MBG kepada para siswa dilakukan dengan menyesuaikan hari aktif belajar di sekolah.

Baca Juga

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” kata dia melalui keterangannya, Selasa (26/5/2026).

Menurut Sony, kebijakan tersebut diterapkan agar distribusi MBG lebih efektif dan tepat sasaran. Hal itu juga dilakukan agar pendistribusian MBG sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat di lapangan.

Ia menjelaskan, ke depannya distribusi MBG difokuskan hanya pada saat peserta didik berada di sekolah dan menjalani kegiatan belajar mengajar secara aktif. Artinya, siswa tidak akan diberikan MBG ketika libur sekolah.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” ujar dia.

Selain melakukan penyesuaian hari distribusi, BGN juga menghentikan sistem bundling makanan. Sistem itu sebelumnya selalu diterapkan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan, di mana makanan untuk hari libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket yang dibawa pulang oleh siswa. Namun skema tersebut kini resmi tidak lagi digunakan.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi