REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Nusa Tenggara Barat (NTB) membangun sejumlah rest shelter di tiap jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani. Ini dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada wisatawan yang datang berkunjung.
"Pada tahun ini kami membangun fasilitas rest shelter di pos-pos jalur pendakian di kawasan Gunung Rinjani, Lombok," kata Kepala Subbagian Tata Usaha (TU) Balai TNGR NTB Asrekita, Kamis (14/5/2026).
Ia mengatakan, untuk sementara fasilitas yang sudah terbangun berada di jalur pendakian Sembalun dan Senaru. Sedangkan untuk jalur pendakian Torean dan Timbanuh, rest shelter masih dalam proses pembangunan.
"Di jalur pendakian Sembalun ada enam rest shelter dan di jalur pendakian Senaru ada enam rest shelter," katanya.
Ia mengatakan, fasilitas di rest shelter yang dapat dimanfaatkan para pendaki di antaranya tempat duduk dengan kapasitas hingga 10 orang, lampu, dan colokan listrik yang bersumber dari panel surya.
"Kami harapkan ini bisa dimanfaatkan oleh pendaki untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ataupun untuk berteduh saat musim hujan. Namun, tidak diperbolehkan mendirikan tenda di dalamnya, membuang sampah, dan melakukan vandalisme," katanya.