REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPD RI Bidang Otonomi Daerah, Politik, dan Hukum, GKR Hemas, menerima penghargaan CNN Indonesia Leading Women Awards 2026 untuk kategori Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation.
Penghargaan ini diberikan atas keteguhannya memperjuangkan isu-isu publik secara berkelanjutan dan berprinsip, serta konsistensinya mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, dan pelestarian nilai budaya dalam sistem demokrasi modern.
Menanggapi penghargaan tersebut, GKR Hemas menyatakan rasa syukur dan dedikasinya yang terus berlanjut.
"Saya sangat berterima kasih kepada CNN Indonesia dan para juri yang telah memberikan apresiasi ini. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi semua perempuan Indonesia yang berjuang menyuarakan keadilan dan kesetaraan di daerah masing-masing," ujarnya dalam sambutan singkat seusai acara, yang dikutip Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta itu menegaskan, public advocacy harus berpijak pada nilai-nilai lokal dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput.
"Saya percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan langsung keluhan warga, bukan dari ruang-ruang rapat tertutup. Karena itu, saya akan terus mendorong agar suara daerah tidak pernah tenggelam dalam arus kebijakan yang sentralistis," tegasnya.
GKR Hemas juga menyoroti pentingya pemberdayaan perempuan sebagai ujung tombak perubahan sosial. Ketika seorang perempuan berani bersuara untuk kepentingan publik, dia sebenarnya sedang membuka pintu bagi seratus perempuan lainnya melakukan hal sama.
"Penghargaan ini pengingat bahwa pekerjaan kita masih sangat panjang," imbuhnya dengan nada haru.
Acara Leading Women Awards 2026 yang digelar di Jakarta itu turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan publik figur. GKR Hemas mengakhiri pernyataannya dengan pesan untuk generasi muda, terutama perempuan muda yang ingin berkecimpung di dunia advokasi dan politik.
"Jangan takut memulai dari hal kecil. Konsistensi dan integritas pada akhirnya akan berbicara lebih keras daripada sekadar jabatan atau popularitas. Teruslah belajar, teruslah bergerak, dan jangan pernah berhenti memperjuangkan apa yang benar," tutup GKR Hemas.