REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG, – Pemerintah Kabupaten Tangerang mengklaim penerapan skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya berjalan optimal, disiplin, dan produktif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kinerja ASN melalui skema hybrid working dinilai berhasil sesuai harapan.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, Beni Rahmat, pada Jumat menyatakan bahwa setiap minggu dilakukan evaluasi dan pemantauan terhadap pelaksanaan WFH di setiap perangkat daerah. Hasilnya menunjukkan bahwa ASN bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai ketentuan WFH.
Menurut Beni, monitoring yang dilakukan pihaknya menunjukkan hasil positif, dengan ASN tetap produktif dan memenuhi target kerja. Sistem presensi digital yang diterapkan memudahkan ASN dalam melaksanakan tugas, baik dalam skema work from office (WFO) maupun WFH.
Beni juga menambahkan bahwa skema kerja fleksibel ini membantu pemerintah daerah dalam melakukan efisiensi, seperti pengurangan beban listrik dan bahan bakar minyak (BBM). Fasilitas kantor yang ditinggalkan selama WFH, seperti AC dan listrik, dimatikan, sehingga meningkatkan efisiensi.
Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid telah menerapkan kebijakan WFH bagi ASN selama satu hari dalam sepekan mulai 10 April 2026. Kebijakan ini sebagai respons terhadap instruksi pemerintah pusat untuk menghemat BBM. Sistem WFH berlaku untuk 50 persen pegawai non-teknis, sementara ASN di bidang pelayanan publik seperti Puskesmas dan RSUD tetap bekerja penuh.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.




