REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memberikan penjelasan terkait meme tentang sikapnya dalam isu lingkungan yang berbeda antara di Bogor dan di Jatiluhur yang viral di media sosial. Ia menyebut konteks dua peristiwa tersebut berbeda.
Seperti diketahui, pria yang akrab disapa KDM ini menangis dan bersandar ke pagar saat melihat kondisi lingkungan yang rusak di Bogor dan viral di media sosial. Sedangkan di Jatiluhur, Dedi Mulyadi dikabarkan meresmikan proyek data center AI yang memicu polemik karena berpotensi air waduk Jatiluhur dapat menyusut.
Belakangan, KDM membantah narasi tersebut. Ia mengaku datang dengan inisiatif sendiri dan tidak meresmikan pembangunan itu.
"Oh itu beda ceritanya, konteksnya beda. Saya waktu yang di Bogor, ingat tuh, waktu yang di Bogor itu saya mengikuti kegiatan Menteri Lingkungan Hidup dan kegiatan Menko Pak Zulhas. Mereka itu menyegel bangunan yang ada di situ karena provinsi tidak punya kewenangan menyegel loh," ucap dia belum lama ini.
Kemudian, ia mengaku saat itu sedih melihat jembatan gantung yang masuk ke atas pohon atau flying fox. Dedi pun melarang dan merasa keberatan terhadap temuan itu.
"Saya keberatan kenapa hutan dijadikan sebagai sarana rekreasi di mana posisi orang berada di atas pohon. Itu enggak boleh," kata dia.
Ia menegaskan bahwa yang ditindak oleh Pemprov Jabar hanya satu karena kewenangannya oleh Pemprov Jabar. Sedangkan di Jatiluhur, ia mengaku membantah telah meresmikan pembangunan data center kecerdasan buatan (AI) di kawasan Waduk Jatiluhur. Ia mengatakan datang ke kawasan tersebut untuk mengecek perizinannya.
"Itu tinggal dilihat di kanal YouTube saya tanggal 28 Juli. Itu makna fungsinya jadi Gubernur Konten itu. 28 Juli 2026," ucap dia seusai acara pelantikan PWI Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).
Ia menjelaskan kronologi awalnya, bahwa pada 28 Juli 2026 rombongan pengusaha dibawa anggota DPR RI Mulyadi ke kantor Gubernur Jawa Barat yang berencana membangun data center. Dedi mengaku menerima mereka dan meminta agar seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.




