Jumat 01 May 2026 17:59 WIB

Merz dan Trump Memanas, Amerika Ancam Tarik 38 Ribu Pasukan dari Jerman

Merz sebelumnya menyatakan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan militer AS.

Rep: Erdy Nasrul/ Red: Erdy Nasrul
Kolase Merz dan Trump
Foto: Republika
Kolase Merz dan Trump

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketegangan dalam aliansi Barat kembali mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengisyaratkan kemungkinan penarikan sebagian pasukan AS dari Jerman. Ancaman ini tidak hanya memperuncing relasi Washington–Berlin, tetapi juga memunculkan pertanyaan serius mengenai masa depan NATO di tengah dinamika konflik global yang kian kompleks.

Pernyataan Trump disampaikan melalui media sosial pada Rabu waktu setempat, di mana ia menyebut Washington tengah “meninjau kemungkinan pengurangan pasukan di Jerman” dan keputusan akan diambil dalam waktu dekat.

Baca Juga

Langkah tersebut muncul di tengah perseteruan terbuka antara Trump dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, terutama terkait sikap Berlin terhadap konflik Iran serta kritik terhadap strategi Washington dalam perang yang melibatkan AS dan Israel.

Merz sebelumnya menyatakan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan militer AS dan dampak konflik terhadap stabilitas global, termasuk gangguan serius pada ekonomi dunia akibat penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.

Trump merespons keras pernyataan tersebut. Ia bahkan menuduh Merz “tidak memahami situasi” dan menyindir kondisi ekonomi Jerman. Ketegangan personal ini kemudian menjelma menjadi friksi geopolitik yang lebih luas.

Di saat yang sama, laporan media menyebut bahwa pernyataan Trump mengejutkan kalangan internal Pentagon. Para pejabat pertahanan dilaporkan berupaya memastikan apakah ancaman tersebut merupakan kebijakan nyata atau sekadar tekanan politik terhadap sekutu.

Saat ini, sekitar 38.000 personel militer AS ditempatkan di Jerman, menjadikan negara tersebut sebagai salah satu pilar utama kehadiran militer Washington di Eropa.

Selain jumlah pasukan, Jerman juga menjadi lokasi fasilitas strategis penting, termasuk markas Komando Eropa AS (EUCOM), Komando Afrika (AFRICOM), Pangkalan Udara Ramstein, serta pusat medis militer terbesar AS di luar negeri di Landstuhl.

Secara historis, keberadaan militer AS di Jerman bukan semata untuk melindungi Eropa, tetapi juga sebagai basis logistik dan proyeksi kekuatan global Washington, khususnya untuk operasi di Timur Tengah dan Afrika.

Karena itu, wacana penarikan pasukan dinilai tidak sederhana. Sejumlah analis menilai langkah tersebut berisiko melemahkan arsitektur keamanan trans-Atlantik yang telah dibangun sejak Perang Dunia II.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement