Oleh: Dr Agus Syukur, Dosen Prodi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transformasi digital telah mengubah wajah dunia secara fundamental. Hampir seluruh sektor kehidupan kini bergerak menuju digitalisasi, mulai dari perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga layanan publik.
Perubahan ini menandakan dunia tidak lagi berjalan dengan pola lama. Siapa yang tidak mampu beradaptasi dengan teknologi, berisiko tertinggal dalam persaingan.
Dalam konteks tersebut, kehadiran Program Studi (Prodi) Bisnis Digital bukan sekadar penambahan program akademik baru, melainkan bentuk nyata keseriusan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan zaman.
Prodi ini, hadir untuk menyiapkan generasi muda agar mampu memahami perubahan model bisnis sekaligus menguasai teknologi yang menjadi penggeraknya.
Hari ini, masyarakat telah akrab dengan berbagai platform digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee, media sosial seperti Instagram dan TikTok, hingga sistem pembayaran digital seperti QRIS telah menjadi bagian dari perilaku konsumsi dan transaksi modern. Ini menunjukkan bisnis tak lagi bisa dipisahkan dari teknologi digital.
Namun, pemanfaatan teknologi dalam bisnis tidak cukup hanya pada tingkat penggunaan. Dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang memahami bagaimana teknologi dimanfaatkan secara strategis, etis, dan terukur untuk menciptakan nilai ekonomi. Di sinilah urgensi pendidikan Bisnis Digital menjadi sangat relevan.
Prodi Bisnis Digital memberikan ruang bagi mahasiswa mempelajari keterkaitan antara strategi bisnis, teknologi, pemasaran digital, data, hingga inovasi model usaha. Mereka tidak hanya diajarkan bagaimana menjalankan bisnis, juga merancang, mengembangkan, dan mengelola bisnis berbasis teknologi secara sistematis.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) memandang, penguasaan kompetensi bisnis digital merupakan investasi penting bagi generasi muda yang ingin sukses di era ekonomi modern.
Mahasiswa dibekali tidak hanya dengan teori, juga praktik nyata agar mampu memahami dinamika industri yang sesungguhnya. Lebih jauh, pengembangan bisnis digital juga memiliki dampak strategis dalam perspektif pembangunan ekonomi.
Semakin banyak talenta yang mampu menciptakan dan mengembangkan bisnis inovatif, semakin besar pula kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Artinya, pendidikan bisnis digital bukan hanya relevan bagi individu, juga bagi kemajuan bangsa.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang terus meningkat, kebutuhan terhadap profesional yang memahami bisnis dan teknologi akan semakin besar.
Lulusan Bisnis Digital memiliki peluang luas berkarier sebagai digital marketer, business analyst, e-commerce specialist, startup founder, konsultan bisnis, hingga entrepreneur berbasis teknologi.
Karena itu, memilih Prodi Bisnis Digital bukan sekadar mengikuti tren tetapi langkah strategis untuk mempersiapkan masa depan. Dunia telah berubah, cara berbisnis telah berubah, dan pola kerja pun telah berubah. Generasi muda perlu menyiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Pada akhirnya, masa depan akan dimenangkan oleh mereka yang mampu membaca perubahan dan mengambil peluang lebih cepat dari yang lain.
Di era ketika teknologi menjadi penggerak utama ekonomi, memahami bisnis digital bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama. Sudah saatnya generasi muda berhenti hanya menjadi pengguna teknologi dan mulai menjadi pencipta nilai di dalamnya.