Rabu 29 Apr 2026 13:56 WIB

Dosen UBSI Dipercaya Jadi Juri LKS Web Technologies Jakarta Selatan

Kompetisi diselenggarakan oleh Sudin Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan.

Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan sukses menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Web Technologies.
Foto: UBSI
Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan sukses menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Web Technologies.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Suku Dinas (Sudin) Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan sukses menggelar Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang Web Technologies. Kompetisi ini berlangsung selama dua hari, pada Kamis-Jumat (23-24/4/2026), di SMKN 18 Jakarta.

Sebanyak 12 peserta dari berbagai SMK terbaik di wilayah Jakarta Selatan unjuk kebolehan dalam ajang ini. Mereka ditantang menyelesaikan modul uji bertajuk AI Service Usage & Credit Management Platform. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, mengirimkan satu dosennya untuk menjadi salah satu juri bersama dosen dari kampus lainnya.

Dosen UBSI yang menjadi juri, Riswandi Ishak menjelaskan standar penilaian tahun ini cukup tinggi. Peserta diuji kemampuannya dalam mengembangkan aplikasi server-side yang kompleks.

"Kami fokus pada aspek keamanan dan fungsionalitas, mulai dari sistem login dengan hashing password hingga manajemen workspace berbasis UUID. Peserta juga harus mampu menyediakan public API endpoint berformat JSON dengan presisi," ujar Riswandi.

Selain Riswandi, dua juri lainnya juga terlibat aktif dalam memberikan penilaian. Mereka adalah Dicky Hariyanto dari Cyber University dan Ferry Stephanus Suwita dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung.

Kepala SMKN 18 Jakarta, Yuning Rahmawati, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi lintas instansi ini. Menurutnya, kehadiran juri dari tiga perguruan tinggi berbeda memberikan standar kompetensi yang lebih kaya bagi siswa.

"Kehadiran juri dari UBSI, dan kampus lainnya memberikan perspektif baru bagi anak didik kami. Peserta menjadi sangat antusias karena mendapatkan arahan teknis langsung dari para pakar di bidangnya," kata Yuning.

Ia juga menuturkan, LKS tingkat kota ini tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga ruang belajar bagi talenta muda. “Penilaian dilakukan secara ketat untuk memastikan pemenang benar-benar siap bersaing di level yang lebih tinggi,” kata Yuning.

Keberhasilan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah kota ini diharapkan terus berlanjut. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam mencetak tenaga kerja digital yang kompeten dari Jakarta Selatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement