REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa mengaku banyak belajar dari seniornya sesama pembalap Tanah Air, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, dalam menjalani persaingan di level dunia musim ini. Ramadhipa mengatakan pengalaman yang dimiliki Veda dan Mario menjadi bekal penting baginya, terutama saat menghadapi sirkuit baru maupun beradaptasi dengan atmosfer kompetisi internasional.
“Karena Veda atau Mario sudah balap di sana, saya tentunya harus punya informasi dari mereka. Saya harus dapatkan informasi yang cukup dari mereka,” kata Ramadhipa dalam sesi wawancara daring bersama media, Selasa (28/4/2026).
Pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengatakan masukan dari senior sangat berharga untuk mempercepat proses adaptasi, mulai dari racing line, karakter tikungan, hingga pendekatan saat balapan.
“Ilmu enggak ada batasnya. Jadi saya harus tetap bertanya, maupun di sirkuit yang saya sudah tahu pun saya meminta pendapat untuk improve di next session,” ujarnya.
Ramadhipa saat ini menjalani musim penuh di Red Bull Rookies Cup dan juga bersiap tampil di FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Ia menyebut keberadaan Veda dan Mario memberi motivasi tambahan karena keduanya lebih dahulu merasakan kerasnya persaingan di Eropa.
View this post on Instagram