REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Perusahaan properti Lumbung Coin Eco-resort dan Indonesia Construction Architecture Network (ICAN) berkolaborasi mengembangkan kawasan rumah kos (rukos) yang memadukan konsep hunian (living)) dengan pembelajaran (learning) bagi penghuninya. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem transformasi yang menyatukan hunian komunal modern dengan pusat pelatihan praktis berbasis industri.
Kedua institusi pada Ahad (12/4/2026) melakukan pre-launching pembangunan rukos yang lokasinya berdekatan dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim III, Junrejo, Kota Batu Malang. Sebelumnya pada Sabtu ICAN juga menggelar "Architecture Product Workshop" yang dihadiri Ikatan Arsitektur Indonesia Jawa Timur Wilayah Malang.
"Nantinya kami membangun bootcamp di Lumbung Coin untuk menciptakan talenta-talenta di bidang digital yang siap bersaing di ekosistem digital lokal maupun global," kata Direktur Utama Lumbung Coin Eco-resort, Rosantika, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Dia optimistis bootcamp bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas di bidang digital sehingga pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap program pemerintah menciptakan 19 juta lapangan kerja baru. Kawasan ini dirancang sebagai ekosistem transformasi yang menyatukan hunian komunal modern dengan pusat pelatihan praktis berbasis industri untuk mencetak talenta unggul di era ekonomi digital.
Lumbung Coin Eco-resort dibangun diatas ketinggian 800 mdpl, dengan udara segar memberikan keuntungan psikologis yang besar. Lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk kawasan padat industri komersial, menghadirkan keseimbangan antara living dan learning.
Guna mewujudkan itu, Lumbung Coin juga menggandeng Vocasia, penyedia platform pembelajaran digital (e-learning), yang baru-baru ini berkolaborasi dengan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) di bidang sertifikasi manajemen risiko.
Rosantika menjelaskan unit yang dibangun di dalam kawasan hanya terbatas 67 unit rumah yang masing-masing terdiri atas 12 kamar. Mengusung Muslim friendly maka hunian kos di dalamnya bakal dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Tak hanya itu juga disediakan unit kos untuk keluarga dan tempat ibadah yang dapat dipakai bersama.
Sementara Chairman Vocasia, Farid Subkhan, menyatakan kesiapannya membangun selter untuk menciptakan digitalpreneur. Asumsinya semakin banyak perguruan tinggi tentunya jumlah pasokan sumber daya manusia (SDM) juga semakin banyak.
"Lewat pelatihan digitalpreneur kita ingin memberikan opsi karier bagi lulusan perguruan tinggi dan juga masyarakat umum," ujarnya. "Sebagai lembaga pendidikan kami menyediakan wadah pembelajaran, materi, dan pengajar. Sedangkan Lumbung Coin menyediakan tempat."
Melihat materinya, Farid menjelaskan pelatihan yang diberikan adalah bagaimana memanfaatkan perangkat (tools) digital yang sekarang menjadi tren dapat dimonetisasi untuk mendatangkan income. Materi yang diberikan di antaranya strategi marketing, financing, manajemen sumber daya, analisa dengan memanfaatkan piranti lunak (software) tertentu, dan praktikum (doing bisnis).
"Kami juga punya modul yang dalam waktu satu minggu, peserta sudah bisa langsung praktik bisnis digital, bahkan bisa langsung mendapatkan penghasilan," ungkap Farid.




