Rabu 08 Apr 2026 14:20 WIB

Gencatan Senjata AS-Iran, Indonesia Lihat Sinyal Perdamaian

Gencatan senjata dua pekan antara AS dan Iran menjadi momentum awal menuju perdamaian

Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.
Foto: EPA/WILL OLIVER / POOL
Presiden AS Donald Trump saat rapat kabinet di Ruang Kabinet Gedung Putih di Washington, DC, 26 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menyambut gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran serta pemulihan pelayaran di Selat Hormuz, kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI. Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan langkah tersebut mencerminkan keterbukaan pihak-pihak yang bertikai untuk menempuh jalur diplomasi.

"Indonesia melihat momentum ini sebagai awal yang positif serta mendorong agar kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan," kata Yvonne di Jakarta, Rabu (8/4).

Baca Juga

Ia menegaskan dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik.

Karena itu, kontribusi Indonesia untuk meredakan ketegangan di kawasan Teluk akan berlandaskan pendekatan tersebut.

Indonesia juga akan terus mendukung upaya diplomasi yang konstruktif guna mencapai penyelesaian konflik yang lebih permanen.

Upaya tersebut, kata Yvonne, harus mengutamakan kepentingan masyarakat sipil.

Sementara itu, Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan gencatan senjata membuka peluang pemulihan pelayaran di Selat Hormuz.

"Dengan adanya perkembangan ini, kami berharap supaya dapat berkembang menjadi resolusi konflik yang lebih permanen dan berdampak baik bagi kepentingan kita, baik dalam hal kebebasan navigasi maupun untuk ke depannya," kata Nabyl.

Ia menilai perkembangan tersebut berdampak tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga kawasan Teluk dan dunia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement