REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir melakukan penyegaran budaya kerja melalui rotasi pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dengan mendorong peran perempuan serta lahirnya pemimpin muda sebagai agen perubahan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Kemenpora dalam meningkatkan profesionalisme dan transformasi birokrasi agar lebih adaptif, dinamis, serta berdaya saing.
Dalam komposisi terbaru, keterlibatan perempuan mencapai 34 persen, sementara pemimpin muda berusia di bawah 40 tahun sebesar 13 persen. Dari total 46 pejabat struktural, sebanyak 30 orang merupakan pria dan 16 lainnya perempuan. Adapun pejabat berusia sekitar 40 tahun berjumlah 40 orang, sedangkan enam lainnya berusia di bawah 40 tahun.
Menpora menegaskan, transformasi ini tidak sekadar rotasi jabatan, melainkan upaya membangun budaya kerja yang berorientasi pada pelayanan publik serta hasil yang terukur.
“Kami mendorong profesionalisme, integritas, dan kerja keras seluruh insan Kemenpora agar transformasi ini benar-benar terwujud dengan orientasi hasil yang jelas dan terukur,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Jumat (3/4/2026).
Ia juga berharap para pejabat yang mendapat amanah baru mampu menghadirkan perubahan positif, khususnya dalam mencetak generasi muda yang berkarakter dan meningkatkan prestasi olahraga nasional.
“Selamat atas amanah baru yang diemban, kita akan bersama-sama berusaha keras agar Kemenpora bisa menciptakan pemuda-pemudi yang berdaya saing serta meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di masa depan,” kata dia.