Sabtu 21 Mar 2026 16:30 WIB

Rusia Akui Beri Informasi Intelijen ke Iran dalam Perang Melawan AS

Rusia siap untuk setop informasi ke Iran, jika AS lakukan hal sama ke Ukraina.

Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin (24/6/2024)
Foto: Vyacheslav Prokofyev, Sputnik, Kremlin Pool P
Presiden Rusia Vladimir Putin saat pertemuan di Kremlin di Moskow, Rusia, Senin (24/6/2024)

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Rusia mengonfirmasi telah memberikan informasi intelijen kepada Iran. Pengakuan secara tidak langsung itu disampaikan  saat pertemuan antara Utusan Khusus Putin, Kirill Dmitriev ketika bertemu dengan Steve Witkoff, rekan sejawatnya dari AS, dan menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, pekan lalu di Miami, Florida,

Saat itu utusan Moskow tersebut menyampaikan tawaran Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menghentikan semua pertukaran intelijen dengan Iran jika AS melakukan hal yang sama dengan Ukraina. Demikian menurut sebuah laporan yang diterbitkan Jumat dilansir Anadolu dilaporkan oleh media Politico Europe, mengutip dua sumber anonim.

Baca Juga

Pemerintahan Trump menolak tawaran tersebut. Tetapi hal itu tetap memicu kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa yang khawatir bahwa Putin mungkin mencoba untuk menciptakan perpecahan di antara sekutu NATO.

Seorang pejabat Uni Eropa yang berbicara kepada Politico Europe menggambarkan tawaran Putin sebagai "keterlaluan."

Sebelumnya pada Jumat, Trump mengecam aliansi transatlantik (NATO) dan mengatakan bahwa tanpa AS, aliansi itu menjadi "macan kertas." Ia lantas mengkritik keras penolakan sekutu untuk membantu upayanya membuka kembali Selat Hormuz.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement