REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV – Iran telah mengonfirmasi bahwa kepala keamanan Ali Larijani dan komandan pasukan Basij Gholamreza Soleimani telah terbunuh. Keduanya syahid akibat serangan Israel pada Senin (16/3/2026).
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media semi-resmi Iran, Mehr News, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi negara itu mengkonfirmasi pembunuhan Larijani, setelah Israel hari ini mengklaim bahwa mereka membunuhnya dalam serangan yang ditargetkan.
“Setelah berjuang seumur hidup untuk mengangkat martabat Iran dan Revolusi Islam, dia akhirnya mencapai keinginannya yang telah lama diidam-idamkan, menjawab seruan kebenaran, dan dengan bangga mencapai pangkat syahid di bidang pelayanan”, bunyi pernyataan dari dewan yang dilansir oleh Mehr.
Israel sebelumnya mengklaim telah membunuh Ali Larijani, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dan komandan milisi internal Basij, Gholamreza Soleimani. Belum ada konfirmasi atau bantahan dari Iran sejauh ini.
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz membuat klaim atas kematian Larijani pada Selasa. “Para pemimpin rezim dibunuh dan kemampuan mereka dihentikan,” tulisnya di media sosial.
Sementara itu, media pemerintah Iran menerbitkan catatan tulisan tangan Larijani, meski tidak jelas apakah itu dimaksudkan sebagai bukti kehidupan pejabat senior tersebut. Catatan Larijani, yang dipublikasikan di halaman media sosialnya, memperingati 84 pelaut Iran, yang pemakamannya diperkirakan akan dilakukan pada hari Selasa. Para pelaut itu syahid dalam serangan AS terhadap kapal angkatan laut mereka di perairan internasional.
Syahidnya Larijani menjadi pembunuhan tingkat tertinggi dalam perang tersebut sejak serangan Amerika Serikat-Israel yang menewaskan mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, dan beberapa anggota keluarganya, pada hari pertama perang yang mereka lancarkan pada 28 Februari.
Larijani terakhir kali terlihat di depan umum pada Jumat, menghadiri rapat umum Hari Al-Quds untuk mendukung warga Palestina di Teheran, bersama dengan Presiden Masoud Pezeshkian. Dia telah menjadi tokoh politik penting dalam hierarki Iran selama bertahun-tahun, dan pernah memimpin negosiasi nuklir negara tersebut dengan Barat.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai ketua parlemen Iran.
بسم الله الرحمن الرحیم
ملت عزیز و سربلند ایران!
الشعوب المسلمة وأحرار العالم:
«بندهی خدا، به خدا پیوست.»
لقد لحق عبدٌ من عباد الله بربّه شهيدًا. pic.twitter.com/G1kZUqbg1L
— Ali Larijani | علی لاریجانی (@alilarijani_ir) March 17, 2026
Aksi Israel ini diperkirakan membuat para pemimpin Iran yang akan datang menjadi ‘lebih keras’ dibandingkan para pendahulunya, kata seorang analis kepada Aljazorsh.
Mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan kepala keamanan Ali Larijani “menjalani masa sulit” perang Iran-Irak, mengembangkan serangkaian keterampilan diplomatik dan toleransi risiko, kata Ross Harrison, analis senior di Middle East Institute di Washington, DC.
Namun siapa pun yang menggantikan Larijani, akan “dibentuk oleh konflik ini”, kata Harrison. “Dalam jangka panjang, kita tidak dapat memprediksi apa pun”, tambah analis tersebut. “Tetapi kita dapat mengatakan bahwa perang ini akan membentuk pemikiran strategis para pemimpin baru – seperti perang Iran-Irak yang membentuk perhitungan para pemimpin sebelumnya.”
Pesan terakhir...