Senin 16 Mar 2026 05:27 WIB

Netanyahu Unggah Video di Kafe, Tanggapi Rumor Dirinya Mati

Netanyahu jarang memberikan sesi wawancara atau konferensi pers selama perang.

PM Israel Benjamin Netanyahu.
Foto: Dok Istimewa
PM Israel Benjamin Netanyahu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunggah sebuah video yang menampilkan dirinya sedang duduk di sebuah kafe di pinggiran Yerusalem, Ahad (15/3/2026). Video tersebut muncul setelah beredar rumor di Iran yang menyebutkan bahwa ia meninggal dunia atau mengalami luka akibat serangan Iran.

Rumor mengenai kondisi Netanyahu sebelumnya disiarkan oleh media pemerintah di Iran dan kemudian menyebar luas di media sosial di negara tersebut.

Baca Juga

Dalam video yang diunggah melalui akun Telegram resminya, Netanyahu terlihat sedang mengambil secangkir kopi sambil berbincang dengan seorang ajudannya. Ajudan tersebut menanyakan langsung kepadanya mengenai rumor yang beredar.

Menanggapi pertanyaan itu, Netanyahu memberikan jawaban dengan permainan kata terkait istilah “meninggal”. Dalam bahasa gaul Ibrani, kata "meninggal" juga dapat berarti menggambarkan rasa sangat menyukai sesuatu atau tergila-gila.

“Saya tergila-gila pada kopi. Anda tahu? Saya juga tergila-gila pada rakyat saya,” kata Netanyahu dalam video tersebut.

Kantor berita Reuters menyatakan telah memverifikasi lokasi pengambilan video itu dengan membandingkan interior kafe dalam rekaman dengan arsip gambar tempat tersebut. Waktu pengambilan video juga dikonfirmasi melalui sejumlah foto dan video kunjungan Netanyahu yang diunggah oleh pihak kafe pada hari yang sama.

Sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, Netanyahu tercatat telah mengunjungi sejumlah lokasi di Israel yang terdampak serangan balasan Iran. Beberapa di antaranya termasuk kota yang terkena serangan rudal, rumah sakit, pelabuhan, serta pangkalan militer.

Namun, akses media terhadap kegiatan tersebut terbatas dan dokumentasi kunjungan sebagian besar didistribusikan oleh Kantor Perdana Menteri.

Netanyahu juga diketahui jarang memberikan wawancara kepada media Israel maupun menggelar konferensi pers. Pada Kamis lalu, ia mengadakan konferensi pers pertamanya sejak dimulainya konflik melalui sambungan video.

Format tersebut serupa dengan yang digunakan Netanyahu pada Juni lalu saat berlangsungnya perang singkat antara Israel dan Iran.

Sejak awal perang, pemerintah Israel juga memberlakukan pembatasan keamanan darurat. Kebijakan itu melarang pertemuan publik dalam jumlah besar dan mendorong warga untuk tetap berada di rumah atau dekat dengan tempat perlindungan.

Sebagian besar sekolah di berbagai wilayah Israel juga ditutup sebagai bagian dari langkah keamanan selama serangan berlangsung.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement