Ahad 15 Mar 2026 16:41 WIB

Kakorlantas Tegaskan Antrean Gilimanuk Bukan Kemacetan

Kepolisian telah berkoordinasi dengan Kemenhub untuk tambah armada kapal.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Teguh Firmansyah
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri Cikampek, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).
Foto: Frederikus Bata
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri Cikampek, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk bukan merupakan kemacetan lalu lintas. Kepadatan tersebut terjadi karena kendaraan menunggu giliran untuk menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang.

“Di Gilimanuk itu terjadi antrean panjang, ya. Beda. Kalau antre itu menunggu untuk menyeberang. Kalau macet itu tersendat di perjalanan. Jadi beda,” kata Agus saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).

Baca Juga

Ia menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya kendaraan yang menyeberang lebih awal. Situasi ini juga dipicu kedekatan momentum Idul Fitri dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Kepolisian telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menambah armada kapal guna mempercepat proses penyeberangan kendaraan.

“Menurut kami terjadi kepadatan dan perlambatan antrean panjang di Gilimanuk, betul. Tetapi sudah ada solusinya. Kami sudah koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan bahkan ada pergeseran kapal untuk mempercepat penyeberangan,” ujar Agus.

Ia juga menyampaikan hasil pemantauan terbaru Operasi Ketupat menunjukkan kondisi lalu lintas di sejumlah wilayah masih terkendali. Pemantauan dilakukan bersama Kapolri di wilayah Jawa Timur.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement