Ahad 15 Mar 2026 15:43 WIB

Kakorlantas: Baru 25 Persen Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Polri menyebut kondisi arus lalu lintas saat ini masih cukup terkendali.

Rep: Frederikus Dominggus Bata/ Red: Teguh Firmansyah
Foto udara antrean kendaraan memasuki Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/2026). Berdasarkan data sementara Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung pada H-6 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Foto udara antrean kendaraan memasuki Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/3/2026). Berdasarkan data sementara Pos Pengamanan (Pospam) GT Kalikangkung pada H-6 Lebaran, jumlah kendaraan pemudik dari arah Jakarta yang melintasi gerbang tol tersebut rata-rata sebanyak dua ribu unit kendaraan per jam.

REPUBLIKA.CO.ID, CIKAMPEK — Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho melaporkan arus mudik hingga memasuki hari ketiga Operasi Ketupat 2026 masih terkendali. Pergerakan kendaraan dari Jakarta menuju sejumlah daerah tujuan utama mudik relatif landai.

Pemantauan yang dilakukan jajaran Korlantas Polri menunjukkan kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui jalan tol menuju Trans Jawa, Bandung, dan Sumatera baru mencapai sekitar 25 persen dari total potensi arus mudik tahun ini.

Baca Juga

“Kami laporkan kepada rekan-rekan bahwa arus lalu lintas saat ini cukup terkendali. Jadi belum nampak kepadatan. Namun demikian yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih sekitar 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik menuju Trans Jawa, Bandung, maupun Sumatera,” kata Agus saat memberikan keterangan pers di Command Center Korlantas Polri di Cikampek, Jawa Barat, Ahad (15/3/2026).

Ia menyebut pemantauan arus mudik juga dilakukan langsung bersama Kapolri di sejumlah wilayah, termasuk di Jawa Timur. Kondisi lalu lintas di jalan tol, jalan arteri, terminal, hingga stasiun masih relatif terkendali dengan kehadiran personel pengamanan di berbagai titik.

Agus menegaskan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengaturan arus kendaraan selama mudik dan arus balik. Operasi tersebut juga bertujuan menjaga keamanan masyarakat selama momentum Idul Fitri. “Yang paling penting saya sampaikan kepada rekan-rekan, fatalitas korban meninggal dunia turun 45 persen,” ujar Kakorlantas.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement