Kamis 13 Aug 2026 16:51 WIB

Operasi Besar-besaran di Kampung Bahari Sukses Ringkus 'Bos Gendut' Pemilik 98 Kg Sabu

Muhammad Ridwan alias Bos Gendut adalah buron kasus narkotika.

Rep: Bayu Adji Prihammanda,Rizky Suryarandika,/ Red: Andri Saubani
Tiga tersangka kasus peredaran narkoba termasuk MR alias Bos Gendut hasil operasi penggerebekan Kampung Bahari, Jakarta, dihadapkan ke publik.
Foto: Dok BNN
Tiga tersangka kasus peredaran narkoba termasuk MR alias Bos Gendut hasil operasi penggerebekan Kampung Bahari, Jakarta, dihadapkan ke publik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim gabungan yang terdiri dari BNN RI, Polda Metro Jaya, BNNP DKI Jakarta, dan BNNK Jakarta Utara meringkus buron (DPO) kasus narkotika, Muhammad Ridwan (MR) alias Bos Gendut. Penangkapan itu dalam operasi besar-besaran di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari operasi penertiban Kampung Narkoba yang dilakukan pada Oktober 2025. Saat itu pelaku melarikan diri setelah tersangkut kasus kepemilikan 98 kg sabu, uang tunai Rp1,4 miliar, berbagai logam mulia, serta tujuh pucuk senjata api.

Baca Juga

Kegiatan operasi gabungan ini diawali dengan apel kesiapan personel yang dipusatkan di Kantor BNNK Jakarta Utara pada pukul 05.30 WIB. Setelah melakukan koordinasi matang, tim gabungan bergerak menuju beberapa target operasi di wilayah Kampung Bahari.

"Sasarannya tidak hanya kediaman pribadi MR, tetapi juga rumah milik dua bandar narkoba lainnya yang beroperasi di wilayah tersebut, yaitu A alias Lopes dan seorang bandar berinisial Kimmul," kata Direktur Penindakan dan Pengerjaran (Dakjar) BNN, Roy Hardi Siahaan pada Kamis (13/8/2026).

Dalam proses penggeledahan, tim gabungan menyisir lokasi yang diduga menjadi titik utama penyimpanan barang bukti narkotika dan senjata. Lokasi yang digeledah meliputi garasi serta kediaman MR di Jalan Bak Air dan Jalan Samudra, serta rumah milik A alias Lopes dan Kimmul di kawasan Jalan Bak Air, Tanjung Priok.

"Operasi ini ditujukan untuk memutus mata rantai distribusi narkoba yang selama ini meresahkan warga Kampung Bahari," ujar Roy.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi