Sabtu 14 Mar 2026 10:31 WIB

AS Tawarkan Imbalan 10 Juta Dolar Bagi Informasi Lokasi Pemimpin Iran

Imbalan termasuk untuk pemimpin kunci IRGC dan cabang-cabang komponennya.

Seorang warga Iran memegang poster pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, Iran, 11 Maret 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Seorang warga Iran memegang poster pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, Iran, 11 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS untuk informasi tentang lokasi pemimpin baru Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, dan pejabat lainnya. Demikian pernyataan Rewards for Justice (RFJ) Departemen Luar Negeri AS dikutip Sabtu (14/3/2026).

"Rewards for Justice menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar AS (sekitar Rp 169,5 miliar) untuk informasi tentang para pemimpin kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan cabang-cabang komponennya. Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia," kata RFJ dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Menurut RFJ, hadiah tersebut berlaku untuk informasi mengenai beberapa individu, termasuk Ayatollah Mojtaba Khamenei, Wakil Kepala Staf di Kantor Pemimpin Tertinggi (SLO) Ali Asghar Hejazi, Penasihat SLO Ali Larijani, Menteri Dalam Negeri Brigjen Eskandar Momeni, dan Menteri Intelijen dan Keamanan Esmail Khatib.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, menyebabkan kerusakan, korban sipil dan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Serangan tersebut kemudian ditanggapi Iran dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Putra Ali Khamenei, Mojtaba, selanjutnya terpilih sebagai pemimpin baru Iran. Otoritas Iran tidak mengumumkan perubahan lain dalam kepemimpinan militer negara itu.

AS dan Israel awalnya mengeklaim serangan "pendahuluan" mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi segera memperjelas tujuannya bahwa mereka ingin melihat perubahan rezim di Iran.

 

sumber : Antara/Sputnik/RIA Novosti-OANA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement