Rabu 18 Mar 2026 01:22 WIB

Media AS: Mojtaba Khamenei Tolak Proposal Damai, AS-Israel Harus Dibuat Bertekuk Lutut Dulu

Proposal gencatan senjata AS dan Israel disampaikan melalui negara perantara.

Ayatollah Mojtaba Khamenei
Foto: Tasnim News
Ayatollah Mojtaba Khamenei

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei dilaporkan menolak proposal deeskalasi perang yang disodorkan kepada Teheran melalui negara-negara perantara. Menurut seorang pejabat senior Iran kepada Reuters, Selasa (17/3/2026), Mojtaba menuntut Israel dan AS "bertekuk lutut" lebih dulu.  

Menurut sumber itu, Mojtaba telah menjalani kebijakan luar negeri pertamanya sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran dan dan mengambil sikap pembalasan terhadap Istael dan AS "sangat keras dan serius. Sumber Reuters yang menolak disebut identitasnya itu mengatakan dua negara perantara telah meneruskan proposal kepada Menteri Luar Negeri Iran untuk "menhurangi ketegangan atau gencatan senjata dengan AS".
 
Namun demikian, sumber itu tidak memberikan detail dari proposal yang dimaksud. Mojtaba merespons proposal itu dengan menilai bahwa saat itu bukan "waktu yang tepat untuk berdamai hingga Amerika Serikat dan Israel dibuat bertekuk lutut, menerima kekalahan, dan membayar kompensasi."
 
Sejak terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba belum pernah tampil ke publik. Beberapa pejabat Iran mengatakan bahaw, Mojtaba mengalami luka ringan akibat serangan pada 28 Februari lalu yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei. 
 

Berita Lainnya

Rekomendasi