Sabtu 14 Mar 2026 10:15 WIB

Arus Mudik Awal Didominasi Kendaraan Menuju Trans Jawa

Jumlah kendaraan yang telah bergerak mudik tersebut mencapai 285 ribu unit.

Rep: Frederikus Dominggus Bata,/ Red: Indira Rezkisari
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, serta Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan A Purwantono berbicara kepada awak media usai memantau langsung perkembangan arus mudik dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari WIB.
Foto: Republika/Frederikus Dominggus Bata
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, serta Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan A Purwantono berbicara kepada awak media usai memantau langsung perkembangan arus mudik dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Rivan A Purwantono menyampaikan arus kendaraan yang meninggalkan Jakarta pada hari pertama Operasi Ketupat 2026 masih didominasi pemudik yang menuju jalur Tol Trans Jawa. Pergerakan kendaraan ke arah lain, termasuk Bandung maupun Sumatra melalui Pelabuhan Merak, belum menunjukkan peningkatan berarti.

Dirut PT Jasa Marga memantau arus lalu lintas bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dari Jasa Marga Traffic Management Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi, Sabtu (14/3/2026) dini hari WIB. Sepanjang Jumat (13/3/2026), jumlah kendaraan yang telah keluar dari Jakarta mencapai sekitar 14 persen dari proyeksi total arus mudik.

Baca Juga

“Sebarannya masih sama, mayoritas menuju arah Trans Jawa,” kata Rivan.

Ia merinci jumlah kendaraan yang telah bergerak tersebut mencapai sekitar 285 ribu unit dari total proyeksi sekitar 3,5 juta kendaraan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Arus kendaraan pada tahap awal mudik masih dapat dikelola tanpa penerapan rekayasa lalu lintas di ruas tol utama.

Pertumbuhan volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta tercatat sekitar 3,5 persen pada hari pertama pemantauan. “Jadi dalam satu hari ini, seperti yang disampaikan Pak Menhub, memang ada pertumbuhan 3,5 persen. Dari proyeksi Jasa Marga terhadap jumlah kendaraan, saat ini sudah keluar dari Jakarta sebesar 14 persen,” ujar Rivan.

Ia menyampaikan pergerakan kendaraan menuju arah Bandung belum terlihat signifikan pada hari pertama Operasi Ketupat. Kondisi serupa juga terjadi pada jalur menuju Sumatra melalui Pelabuhan Merak.

Menurut Rivan, mobilitas kendaraan masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan, terutama menjelang akhir pekan. Lonjakan arus biasanya mulai terasa ketika masyarakat memanfaatkan waktu libur lebih panjang untuk memulai perjalanan mudik.

“Yang lain-lainnya belum tampak, seperti ke arah Bandung juga belum terlihat jumlah dari yang diproyeksikan. Tetapi ini masih hari pertama. Masih ada kemungkinan pada Sabtu dan Ahad akan ada pergerakan lagi,” jelasnya.

Menhub Dudy Purwagandhi ikut memantau kondisi arus lalu lintas dari pusat kendali milik Jasa Marga tersebut. Ia menilai arus kendaraan pada hari pertama Operasi Ketupat masih relatif kondusif meski terjadi kenaikan volume lalu lintas.

“Malam ini saya bersama Kakorlantas dan Dirut PT Jasa Marga melihat situasi pada hari pertama sejak diberlakukannya Operasi Ketupat dan juga Posko Angkutan Lebaran,” kata Dudy.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga memantau perkembangan arus kendaraan melalui jaringan kamera pengawas serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Pengawasan dilakukan di jalan tol maupun di jalan arteri untuk memastikan arus mudik tetap aman dan tertib.

“Dari hasil pemantauan hari ini kondisi arus masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan, namun belum signifikan,” tutur Agus.

Ia memastikan pengamanan Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada lalu lintas, tetapi juga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Pengamanan mencakup jalur transportasi, kawasan wisata, tempat ibadah, pelabuhan, serta bandara.

Agus mengatakan Operasi Ketupat tahun ini melibatkan ratusan ribu personel Polri bersama berbagai instansi terkait di seluruh Indonesia. Pengamanan dilakukan untuk memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, lancar, dan kondusif bagi masyarakat.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement