Kamis 12 Mar 2026 12:39 WIB

Ini Pulau di Iran yang tak Disentuh Serangan AS-Israel, Jika Diserang Ekonomi Dunia Terhantam

AS mempunyai opsi untuk menyerang Pulau Kharg.

Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Asap masih mengepul dari Kilang Minyak Shahran setelah serangan udara tadi malam di Teheran, Iran, 8 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Beragam penjuru di Iran nyaris tak luput dari serangan udara AS-Israel. Namun ada satu lokasi yang belum terjamah oleh serangan bar-bar tersebut. 

Tempat itu adalah  Pulau Kharg. Pulau yang dilalui 90 persen ekspor minyak Iran ini bisa dibilang merupakan target ekonomi paling sensitif di negara itu. 

Baca Juga

Para ahli mengatakan bahwa pengeboman atau perebutan lokasi tersebut oleh pasukan AS kemungkinan akan menyebabkan harga minyak dunia semakin meroket. Penyerangan Kharg sama saja dengan menghentikan seluruh ekspor minyak mentah harian Iran.

“Kita mungkin akan melihat harga $120 per barel yang kita lihat pada hari Senin menuju $150 jika Kharg diserang,” kata Neil Quilliam, dari lembaga think tank Chatham House dilansir the Guardian. “Ini terlalu vital bagi pasar energi global”.

Meskipun AS telah menyerang 5.000 target di dalam dan sekitar Iran, sejauh ini mereka menahan diri untuk tidak mengebom infrastruktur minyak negara itu. Apalagi harga minyak tetap di atas  $100 per barel karena kekhawatiran akan pembalasan Iran dengan menutup Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal tanker.

Angkatan udara Israel memang sempat menyerang dua kilang minyak dan dua depot pada Sabtu. Serangan itu membuat Teheran gelap yang oleh beberapa penduduk digambarkan sebagai "apokaliptik" karena asap hitam tebal menyelimuti ibu kota. AS dikabar tidak setuju dengan serangan itu, dan hingga kini belum ada lagi operasi militer untuk menghantam depot minyak. 

Kharg, sebuah pulau karang sepanjang lima mil di Teluk Persia, 27 mil dari daratan utama, adalah tempat berakhirnya pipa-pipa dari ladang minyak Iran di tengah dan barat negara itu. Didirikan oleh konglomerat minyak AS, Amoco, pulau ini direbut oleh Iran selama revolusi 1979.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement