REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pemerintah AS pada Senin memerintahkan pegawai pemerintah nondarurat agar meninggalkan Arab Saudi. Pernyataan itu disampaikan menyusul meluasnya perang Iran imbas serangan barbar Amerika ke Iran.
Perang mendorong harga minyak di atas 110 dolar AS per barel dan memicu aksi jual di pasar Asia.
Kedutaan Besar AS di Riyadh menyebutkan peningkatan risiko dari konflik bersenjata, terorisme, dan serangan rudal dan drone dari Yaman dan Iran. Ini menandai perintah evakuasi pertama yang dikeluarkan oleh Washington di Arab Saudi sejak perang dimulai.
"Langkah pencegahan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga negara AS dan staf diplomatik di tengah perkembangan keamanan yang sedang berlangsung," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri AS dilansir TRT.
Pada Ahad, Arab Saudi mengatakan dua orang tewas dan 12 luka-luka ketika sebuah proyektil mendarat di provinsi Al Khar
Militer Israel mengatakan pada Senin bahwa mereka telah memulai gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur penting di Iran tengah.
Otoritas Zionis sebelumnya telah menyerang fasilitas minyak Iran pada Ahad, yang memicu kebakaran dan mengirimkan asap tebal ke Teheran dan kota Karaj di dekatnya.
Serangan tersebut tampaknya merupakan operasi militer pertama terhadap infrastruktur energi negara itu sejak perang dimulai.
Seperti dilansir laman CNBC internasional, pasar minyak bereaksi tajam. Harga minyak mentah melonjak di atas 110 dolar AS per barel pada Senin pagi setelah beberapa produsen energi Timur Tengah mengumumkan rencana untuk memangkas produksi.
Lihat postingan ini di Instagram