Selasa 03 Mar 2026 16:12 WIB

Timur Tengah Memanas, Prabowo Kumpulkan Mantan Presiden

Serangan Israel-AS ke Iran disebut akan memengaruhi perekonomian nasional.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden AS Donald Trump usai melakukan penandatanganan kesepakatan dagang di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.
Foto: Kemenko Perekonomian
Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden AS Donald Trump usai melakukan penandatanganan kesepakatan dagang di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dilaporkan akan mengundang sejumlah mantan Presiden RI ke Istana Negara Selasa (3/3/2026) malam. Pertemuan itu untuk membahas situasi geopolitik yang akhir-akhir ini terjadi. 

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Prabowo ingin mendengarkan masukan dan saran dari para Presiden terdahulu itu untuk merencanakan mitigasi ke depannya. Meski begitu, dia pun belum memastikan sosok-sosok yang akan hadir itu.

Baca Juga

"Kita sama-sama tahu pada saat ini sedang terjadi, yang kemungkinan juga akan berdampak bagi negara kita," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.

Selain itu, dia juga mengatakan bahwa Presiden Prabowo ingin menyampaikan perkembangan-perkembangan terkini kepada para presiden terdahulu, setelah kunjungannya ke luar negeri beberapa waktu lalu.

"Undangan itu tentunya soal silaturahmi, apalagi di bulan Ramadhan ini," kata dia.

Sejauh ini, Presiden RI ke-7 Joko Widodo dikonfirmasi akan hadir dalam pertemuan tersebut. Hal itu disampaikan oleh Ajudan Jokowi Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah. 

"Ya betul (hadir), (nanti malam pukul) 19.30 (WIB)," ujar Syarif melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa siang.

Namun, Syarif tidak merinci lebih jauh agenda pertemuan tersebut, termasuk daftar tamu lainnya yang akan menghadiri undangan dari Kepala Negara itu.

Dia hanya menyebut pertemuan itu sebagai sarana diskusi dan silaturahmi. "Pertemuan silaturahmi dan diskusi," ucapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement