Senin 02 Mar 2026 14:30 WIB

Polri Siapkan Rekayasa Lalin One Way Hingga Contraflow Saat Arus Mudik Lebaran 2026

Diharapkan Operasi Ketupat 2026 menghasilkan multiplier effect bagi perekonomian.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait kesiapan Operasi Ketupat di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Foto: Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait kesiapan Operasi Ketupat di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan, Polri tetap menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas (lalin) saat arus mudik dan balik Lebaran 2026.

Menurut Sigit, strategi rekayasa lalu lintas masih efektif untuk diterapkan untuk mengurai potensi kemacetan arus lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

"Kemudian tentunya strategi rekayasa lalu lintas juga akan terus kita lakukan berdasarkan pengalaman yang ada," kata Sigit saat memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait kesiapan operasi ketupat di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Rekayasa lalin yang bakal diterapkan ketika arus mudik dan balik Lebaran 2026 di antaranya One Way, Contraflow, pengaturan di Rest Area, pembatasan kendaraan sumbu tiga.

"Pemberian imbauan dan peniadaan tilang, delaying system di wilayah penyeberangan, dan pengalihan arus tentunya menjadi rekayasa-rekayasa yang akan kita lakukan," ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit menekankan, dalam pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun lalu, terjadi perputaran uang dari pusat ke daerah sekira Rp 137 triliun. Diharapkan, tahun ini mengalami peningkatan agar terjadi pertumbuhan perekonomian masyarakat.

"Tentunya kita harapkan pengamanan Operasi Ketupat tahun 2026 ini juga bisa berhasil maksimal sehingga multiplier effect bagi perekonomian di daerah tentunya juga akan berdampak signifikan,'" tutup Sigit.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement