Sabtu 28 Feb 2026 18:21 WIB

Ini Profil Pangkalan-Pangkalan AS yang Diserang Iran

Sejauh ini ledakan dilaporkan di lima negara lokasi pangkalan AS di Timur Tengah.

Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).
Foto: X
Kepulan asap terlihat setelah rudal Iran menghantam pangkalan AS di ibu kota Bahrain, Manama, Sabtu (28/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Iran memenuhi ancamannya akan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di regional negara tersebut diserang lebh dulu. Selepas serangan Israel dan AS pada Sabtu, ledakan-ledakan terdengar di sejumlah negara Teluk.

Pangkalan AS yang pertamakali diserang adalah Markas Besar Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Markas ini wilayah tanggung jawabnya meliputi Teluk, Laut Merah, Laut Arab, dan sebagian Samudera Hindia.

Baca Juga

Iran juga menyasar Pangkalan Udara Al Udeid seluas 24 hektar, di gurun di luar ibu kota Doha di Qatar. Ini adalah markas besar Komando Pusat AS, yang mengarahkan operasi militer AS di wilayah yang membentang dari Mesir di barat hingga Kazakhstan di timur. 

Pangkalan AS terbesar di Timur Tengah menampung sekitar 10.000 tentara. Al Udeid jadi sasaran serangan Iran pada Juni 2025 lalu, sebagai balasan atas aksi AS menyerang situs-situs nuklir Iran.

Di Kuwait, terdapat beberapa instalasi militer termasuk Kamp Arifjan, markas depan Pusat Angkatan Darat AS dan Pangkalan Udara Ali Al Salem, kira-kira 40 km dari perbatasan Irak. Lokasi ini dikenal sebagai "The Rock" karena lingkungannya yang terisolasi dan terjal. 

Sedangkan Kamp Buehring didirikan selama Perang Irak tahun 2003 dan merupakan pos penempatan unit Angkatan Darat AS yang dikerahkan ke Irak dan Suriah, menurut situs web Angkatan Darat A.S.

photo
Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)

Kantor berita Fars melaporkan, Pangkalan Udara Ali Al Salem jadi sasaran serangan Iran ini hari.

Di Uni Emirat Arab, yang jadi sasaran adalah Pangkalan Udara Al Dhafra, yang terletak di sebelah selatan ibu kota UEA, Abu Dhabi. Pangkalan ini digunakan bersama dengan Angkatan Udara UEA, merupakan pusat penting Angkatan Udara AS yang telah mendukung misi melawan ISIS, serta penempatan pengintaian di seluruh kawasan, menurut Komando Pusat Angkatan Udara AS.

Pelabuhan Jebel Ali di Dubai, meskipun bukan pangkalan militer formal, adalah juga pelabuhan persinggahan terbesar Angkatan Laut AS di Timur Tengah yang secara teratur menampung kapal induk AS dan kapal lainnya.

Ledakan juga dilaporkan terjadi di Ibu Kota Saudi, Riyadh. Tentara AS di Arab Saudi – yang berjumlah 2.321 pada tahun 2024 menurut surat Gedung Putih – beroperasi melalui koordinasi dengan pemerintah Saudi, menyediakan kemampuan pertahanan udara dan rudal serta mendukung pengoperasian pesawat militer AS.

Beberapa di antaranya ditempatkan sekitar 60 km selatan Riyadh, di Pangkalan Udara Prince Sultan, yang mendukung aset Angkatan Darat A.S. termasuk baterai rudal Patriot dan sistem Terminal High Altitude Area Defense.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement