Sabtu 02 May 2026 09:35 WIB

Laporan: Iran Bilang ke Arab Saudi akan Hancurkan Uni Emirat Arab

Ketegangan antara Saudi dan UEA telah terjadi selama bertahun-tahun.

Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.
Foto: EPA
Asap hitam tebal mengepul ke udara di atas pelabuhan Jebel Ali setelah terkena puing-puing dari rudal Iran yang dicegat, di Dubai, Uni Emirat Arab, Ahad (1/3/2026). Iran melancarkan serangan udara balasan di wilayah tersebut menyusul operasi militer gabungan Israel-AS sebelumnya yang menargetkan beberapa lokasi di seluruh Iran pada dini hari tanggal 28 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menyatakan kepada Arab Saudi dan Oman bahwa mereka berencana untuk"menargetkan Uni Emirat Arab (UEA) secara besar-besaran sebagai tanggapan atas perang AS-Israel terhadap Republik Islam tersebut. Menurut laporan The Wall Street Journal, langkah Iran itu tampaknya bertujuan untuk menciptakan perpecahan antara Abu Dhabi dan negara-negara tetangganya di Teluk.

Ketegangan antara UEA dan negara-negara tetangganya di Teluk, khususnya Arab Saudi, telah memanas selama bertahun-tahun.

Baca Juga

"Keluarnya UEA dari OPEC bulan ini adalah tanda terbaru bahwa perang melawan Iran memperburuk ketegangan antara Riyadh dan Abu Dhabi, alih-alih menyatukan mereka," demikian dilaporkan Middle East Eye.

Dalam satu percakapan, para pejabat Iran dilaporkan mengatakan kepada rekan-rekan mereka di Saudi bahwa Teheran berencana untuk menghancurkan UEA.

Laporan tersebut tidak menyebutkan kapan percakapan itu terjadi, tetapi menambahkan bahwa para pejabat Saudi tidak menyetujui bahasa tersebut.

Meskipun Arab Saudi marah kepada Iran, kedua negara tetap menjaga dialog. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi berbicara bulan lalu dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement