Ahad 22 Feb 2026 07:42 WIB

Prabowo: Kesepakatan Dagang dengan AS Saling Menguntungkan

Prabowo disebut satu-satu kepala negara di BoP yang ditemui Presiden Trump.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) menandatangani perjanjian tarif dengan Presiden AS Donald Trump. Sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia bebas tarif ke AS.
Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat P
Presiden Prabowo Subianto (kiri) menandatangani perjanjian tarif dengan Presiden AS Donald Trump. Sebanyak 53 kelompok komoditas pertanian Indonesia bebas tarif ke AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas kerja sama dan perdagangan bagi kedua negara.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama 30 menit di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2), Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pembahasan difokuskan pada isu perdagangan, khususnya negosiasi tarif timbal balik atau resiprokal yang telah berlangsung cukup lama.

Baca Juga

"Kita bahas masalah perdagangan di antara kedua negara," ujar Prabowo saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu pagi waktu setempat.

Presiden Prabowo menambahkan, Indonesia termasuk salah satu negara yang paling lama berunding terkait isu tarif dan perdagangan dengan Amerika Serikat.

Meski demikian, hasil yang dicapai dalam pertemuan tersebut berjalan positif. "Perundingan sudah cukup lama. Akhirnya ketemu saling menguntungkan, saling menghormati. Saya kira bagus," jelasnya.

Indonesia juga disebut menjadi satu-satunya negara anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement