REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Program Edutrip Singapore–Malaysia yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) pada 9–12 Februari 2026 memperkuat hubungan akademik melalui kunjungan ke Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Rabu (12/2/2026). Kegiatan di kampus UniKL ditandai dengan prosesi pertukaran plakat dan souvenir sebagai simbol komitmen kolaborasi.
Kunjungan yang diikuti mahasiswa dan dosen UBSI ini menjadi bagian dari pembelajaran lintas negara. Peserta meninjau lingkungan kampus dan berdiskusi mengenai sistem pendidikan, budaya akademik, serta potensi kerja sama di kawasan Asia Tenggara.
Plakat dan souvenir diserahkan langsung oleh Koordinator Program Edutrip UBSI, Cicih Nuraeni, kepada Arief Redzuan selaku perwakilan UniKL. Momen tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda kunjungan akademik kedua institusi.
“Penyerahan plakat dan souvenir ini merupakan bentuk apresiasi kami atas sambutan luar biasa dari Universiti Kuala Lumpur. Kami berharap ini menjadi simbol awal kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang akademik maupun pertukaran mahasiswa dan dosen,” ujar Cicih Nuraeni di Kuala Lumpur, Rabu (12/2/2026).
Menurut Cicih, kegiatan ini memberi pengalaman langsung bagi mahasiswa dan dosen dalam memahami atmosfer pendidikan tinggi di Malaysia. Ia menambahkan, jejaring internasional menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan institusi pendidikan.
Sementara itu, Arief Redzuan menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi inisiatif UBSI.
“Kami sangat menghargai kunjungan dari UBSI. Pemberian plakat ini menjadi simbol hubungan baik yang kami harapkan dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret di masa mendatang,” katanya.
Melalui Edutrip ini, UBSI menegaskan komitmennya sebagai Kampus Digital Kreatif dalam memperluas kolaborasi internasional. Ke depan, hasil pertemuan diharapkan menjadi langkah awal penguatan kerja sama akademik yang berkelanjutan di tingkat global.