REPUBLIKA.CO.ID, SINGAPURA - Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Edutrip Singapore-Malaysia pada 9–12 Februari 2026. Edutrip ini diikuti mahasiswa dan dosen untuk mempelajari teknologi, budaya, serta sistem pendidikan di Asia Tenggara.
Program ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi pendidikan sekaligus cerminan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, yang mendorong mahasiswanya untuk berpikir global dan membangun jejaring lintas negara.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan akademik internasional tersebut, pada hari pertama, Senin (9/2/2026), peserta mengunjungi Singapore Management University (SMU), salah satu universitas terkemuka di Asia. Dalam kunjungan ini, peserta mempelajari perkembangan riset digital serta kultur akademik internasional yang diterapkan di lingkungan kampus global.
Selain itu, baik mahasiswa maupun dosen UBSI juga mendapatkan wawasan terkait praktik akademik dan sistem pembelajaran yang diterapkan di kampus internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kampus UBSI kampus Tegal, Warjiyono, yang turut mendampingi kegiatan, membagikan pengalamannya saat mengunjungi Singapore Management University (SMU) sebagai bagian dari rangkaian kunjungan akademik di Singapura.
“Memang banyak sekali perbedaan, terutama dari segi fisik dan fasilitas. Standar kelas mereka setengah melingkar, seperti seminar, agar dosen bisa lebih luas berinteraksi dengan mahasiswa,” ujarnya dalam keterangan langsung di Singapura.
Dia menjelaskan sistem pembelajaran di kampus internasional menuntut partisipasi aktif dari seluruh peserta didik.
“Mahasiswa dan dosen harus aktif learning dan melatih penalaran kritis karena materi diberikan sebelum kelas dimulai. Mereka menyampaikan gagasan dari materi itu, sehingga terbentuk diskusi yang sangat baik,” kata dia.
Menurut Warjiyono, pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan akademik internasional menjadi referensi penting dalam penguatan kualitas sistem pendidikan di UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif.
“Kampus berkelas dunia memang berbeda, dan pengalaman ini bisa menjadi rujukan untuk meningkatkan sistem akademik UBSI, yang kini telah terakreditasi Unggul. Mahasiswa dan dosen kami juga bertemu komunitas mahasiswa Indonesia di SMU yang menyambut kami serta memperkenalkan fasilitas, sistem perkuliahan, dan proyek berbasis industri mereka,” kata Warjiyono.
Melalui program ini, Warjiyono berharap dapat memperluas wawasan akademik mahasiswa dan dosen sekaligus memperkuat kemampuan berpikir global. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mencetak lulusan serta tenaga pendidik yang siap menghadapi tantangan dunia modern.