Sabtu 14 Feb 2026 23:22 WIB

Militer AS Bersiap Hadapi Kemungkinan Perang Beberapa Pekan dengan Iran

Beberapa pejabat AS mengatakan rencana perang yang disusun kali ini lebih kompleks.

Markas Pentagon di Arlington, Virginia, AS.
Foto: EPA-EFE/JIM LO SCALZO
Markas Pentagon di Arlington, Virginia, AS.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Militer AS dilaporkan menyiapkan kemungkinan perang panjang terhadap Iran selama beberapa pekan jika Presiden Donald Trump nantinya jadi memerintahkan serangan. Hal itu diungkap oleh dua pejabat AS dikutip Reuters, Jumat (13/2/2026). 

Jika serangan jadi dilakukan, itu akan menjadi sebuah konflik yang jauh lebih serius dibandingkan dengan yang pernah terjadi sebelumnya antara AS dan Iran. Rencana perang yang disusun Pentagon kali ini lebih kompleks, menurut pejabat yang dikutip Reuters.

Baca Juga

Menurut pejabat itu, dalam rencana perang yang panjang, militer AS bisa saja mengebom pusat keamanan dan pemerintahan Iran, tidak hanya infrastruktur nuklir seperti pada Juni tahun lalu. Adapun menurut ahli, risiko perang bagi Angkatan Bersenjata AS saat ini jauh lebih besar lantaran Iran memiliki persenjataan masif berupa rudal. Serangan balasan dari Iran pun kemungkinan akan memicu konflik di kawasan.

Seusai serangan awal, AS meyakini Iran akan langsung membalas yang kemudian akan berlanjut pada saling balas serangan antara AS dan Iran hingga beberapa pekan. Atas laporan ini, Gedung Putih dan Pentagon menolak untuk mememberikan konfirmasi.

Adapun, Trump telah berulang kali mengancam akan kembali mengebom Iran. Pada Kamis (12/2/2026), dia mengingatkan alternatif dan sebuah solusi diplomatik akan "sangat traumatis, sangat traumatis."

Trump mengakui "sulit untuk membuat sebuah kesepakatan" dengan Iran.  

Pada pekan lalu, diplomat AS dan Iran melakoni perundingan di Oman. Di tengah proses diplomasi terkait program nuklir Iran itu, Pentagon mengirim armada tambahan ke Timur Tengah. 

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) telah mengingatkan jika wilayah Iran diserang, mereka akan melancarkan serangan balasan ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah. Itu artinya, Iran akan mengembom negara-negara Arab yang selama ini menjadi markas pasukan AS.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement