Senin 09 Feb 2026 13:06 WIB

Menlu Sugiono Kehilangan Sosok Gigih Dubes Agus Widjojo

Dubes Filipina Agus Widjojo dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jaksel.

Upacara penghormatan terakhir almarhum Duta Besar RI untuk Filipina Letjen (Purn) Agus Widjojo di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).
Foto: Antara/Nabil Ihsan
Upacara penghormatan terakhir almarhum Duta Besar RI untuk Filipina Letjen (Purn) Agus Widjojo di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI, Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pada Senin (9/2/2026), memberikan penghormatan terakhir kepada Duta Besar RI untuk Filipina Letjen (Purn) Agus Widjojo. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat pada Ahad (8/2/2026) malam WIN.

Peti jenazah Dubes Agus, yang diselimuti Bendera Merah Putih, disemayamkan di tempat kehormatan di Ruang Bendera Gedung Pancasila Kemenlu RI, Pejambon, Jakarta Pusat. Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono yang memimpin penghormatan tersebut mengatakan, wafatnya Agus Widjojo saat menjalankan tugas sebagai duta besar di KBRI Manila merupakan kehilangan besar yang dirasakan semua pihak.

"Kita kehilangan sosok yang begitu teguh dan gigih dalam mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara, termasuk sebagai duta besar," kata Sugiono dalam pernyataannya.

Dia menyampaikan, Dubes Agus telah menjalankan tugasnya secara mantap dalam memastikan "terselenggaranya hubungan bilateral yang baik antara Indonesia dan Filipina" hingga akhir hayatnya.

Mengakhiri acara penghormatan, Sugiono menghampiri keluarga almarhum untuk menyampaikan belasungkawa sebelum memberi hormat di hadapan peti jenazah. Prosesi upacara kemudian dilanjutkan dengan tata cara militer.

Pejabat tinggi lain terlihat turut menyampaikan penghormatan terakhir di Gedung Pancasila. Antara lain, Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra, Wamenlu Arrmanatha Nasir, Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan Wiranto, dan Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI Ace Hasan Syadzily.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement