Sabtu 07 Feb 2026 14:42 WIB

Mendiktisaintek Kunjungi Reaktor Plasma Dingin Unisba di TPS Arcamanik

Reaktor plasma dingin wujud komitmen Unisba mendukung pembangunan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengunjungi reaktor plasma dingin di TPS Arcamanik, Sabtu (7/2/2026). Ia mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Unisba dalam bidang teknologi ramah lingkungan tersebut.
Foto: Unisba
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengunjungi reaktor plasma dingin di TPS Arcamanik, Sabtu (7/2/2026). Ia mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Unisba dalam bidang teknologi ramah lingkungan tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Reaktor plasma dingin yang dipasang di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Arcamanik sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis teknologi dikunjungi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof Brian Yuliarto, Ph.D, Sabtu (7/2/2026).

Brian didampingi Rektor Unisba, Prof Ir A Harits Nu'man, MT, Ph.D, IPU, ASEAN Eng., Dekan Fakultas Teknik Unisba, Dr Ir M Dzikron AM, ST, MT, IPM, Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, Dr Titik Respati, drg,M.Sc.PH, dan Kepala Pusat Pengembangan Teknologi dan Kewilayahan LPPM Unisba, Dr Imam Indratno, ST, MT.

Rombongan meninjau langsung proses kerja reaktor plasma dingin, mulai dari pengolahan sampah, efisiensi energi, hingga aspek keamanan dan dampak lingkungan.

Brian mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Unisba dalam bidang teknologi ramah lingkungan. Menurutnya, reaktor plasma dingin memiliki potensi besar untuk mendukung pengelolaan sampah perkotaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Pengembangan reaktor plasma dingin ini menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan. Kementerian siap mendukung penguatan riset dan penerapan teknologi agar manfaatnya semakin luas,” ujarnya.

Rektor Unisba Harits Nu’man menyatakan, kunjungan ini menjadi dorongan bagi sivitas akademika untuk terus mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Inovasi reaktor plasma dingin wujud komitmen Unisba dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan melalui penguatan riset dan teknologi,” katanya menegaskan.

Melalui kunjungan ini, reaktor plasma dingin Unisba di TPS Arcamanik diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berbasis riset yang dapat direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi menjawab tantangan lingkungan nasional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement