Jumat 06 Feb 2026 16:50 WIB

S2 Masih Menganggur? Ini Alasan dan Solusi dari UNM!

Gelar itu penting, tapi skill dan mindset jauh lebih menentukan.

UNM merancang pendidikan magister agar benar-benar berdampak pada karier, bukan hanya menambah gelar.
Foto: UNM
UNM merancang pendidikan magister agar benar-benar berdampak pada karier, bukan hanya menambah gelar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meningkatnya jumlah lulusan magister (S2) di Indonesia tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat keterserapan kerja. Fenomena lulusan S2 menganggur kini menjadi realitas yang perlu dicermati secara serius oleh calon mahasiswa dan dunia pendidikan.

Salah satu penyebab utama adalah kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Banyak program magister masih menekankan pendekatan teoritis, sementara perusahaan justru membutuhkan talenta dengan kemampuan problem solving, analisis data, serta penguasaan teknologi digital.

Berdasarkan laporan LinkedIn Jobs on the Rise (2025), keterampilan seperti data analytics, artificial intelligence, dan teknologi informasi menjadi kompetensi paling dibutuhkan saat ini. Namun, tidak semua lulusan S2 memiliki skill tersebut akibat kurikulum yang belum sepenuhnya relevan dengan tuntutan industri.

Faktor lain yang sering luput diperhatikan adalah akreditasi dan reputasi kampus. Kampus dengan akreditasi rendah umumnya memiliki keterbatasan jejaring industri, kualitas dosen, hingga fasilitas pembelajaran. Akibatnya, lulusan kesulitan membangun kredibilitas di mata perusahaan.

Koordinator Marketing dan Komunikasi UNM, Wawan Kurniawan, menegaskan gelar S2 saat ini harus dibarengi kompetensi nyata, bukan sekadar prestise akademik.

“Banyak yang masih berpikir S2 otomatis menjamin karier. Padahal yang dicari industri sekarang adalah lulusan yang punya skill relevan, adaptif, dan siap kerja,’’ katanya dalam keterangan yang dikutip Jumat (6/2/2026).

Menurut dia, UNM merancang pendidikan magister agar benar-benar berdampak pada karier, bukan hanya menambah gelar.

Menjawab tantangan tersebut, UNM hadir sebagai Kampus Digital Bisnis yang fokus mencetak lulusan magister siap kerja dan siap bersaing secara global. Program Magister Informatika UNM telah terakreditasi Unggul, dengan kurikulum berbasis kebutuhan industri digital.

Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, juga riset terapan, penguasaan teknologi mutakhir, project-based learning, serta jejaring profesional dengan praktisi industri. Inilah yang membuat lulusan UNM memiliki nilai tambah signifikan dalam proses rekrutmen dan pengembangan karier jangka panjang.

“Gelar itu penting, tapi skill dan mindset jauh lebih menentukan. Kami ingin lulusan UNM lulus dengan portofolio, pengalaman, dan kompetensi yang bisa langsung dijual ke industri,” tambah Wawan.

Dengan pendekatan tersebut, UNM terus membuktikan diri sebagai kampus yang tidak hanya meluluskan mahasiswa, tetapi menyiapkan profesional digital masa depan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement