REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR, – Menjelang H-2 Lebaran, jalur selatan Cianjur, Jawa Barat, mulai dipadati oleh kendaraan pemudik yang menuju berbagai kecamatan. Pengamanan di sejumlah pos pun ditingkatkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Volume kendaraan dengan ciri khas mudik, seperti mobil roda empat yang membawa barang di atap dan sepeda motor dengan tambahan bagasi kayu di bagian belakang, terlihat melintasi jalur utama Cianjur menuju selatan, termasuk ke Cibeber dan Campaka.
Pantauan menunjukkan peningkatan arus lalu lintas dari pagi hingga petang, dan diperkirakan akan terus bertambah menjelang tengah malam. Beberapa titik rawan seperti pasar dan perempatan mengalami kemacetan selama beberapa menit.
Puluhan petugas disiagakan di titik-titik rawan macet, mulai dari Pasar Cibeber hingga Pasar Tanggeung, untuk memastikan kelancaran arus kendaraaan meskipun volume meningkat.
Hal serupa juga terjadi di jalur Naringgul yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Banyak kendaraan pemudik menuju kecamatan terujung Cianjur seperti Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta.
Pemudik diimbau untuk berhati-hati dan waspada, terutama saat cuaca ekstrem, karena terdapat titik rawan longsor yang bisa menutup jalan.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, menyatakan bahwa volume kendaraan di jalur utama mudik Cianjur, termasuk wilayah selatan, mulai meningkat tetapi belum menyebabkan kemacetan parah. "Kami meningkatkan pengawasan dan pengamanan di seluruh jalur mudik Cianjur agar pemudik merasa aman dan nyaman. Rekayasa arus lalu lintas akan dilakukan jika diperlukan," ungkapnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.