Selasa 03 Feb 2026 12:52 WIB

Computer Vision tanpa Image Processing? Mustahil!

Image processing sebagai bahasa dasar yang wajib dikuasai oleh generasi Informatika

Di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang memposisikan diri sebagai Kampus Digital Bisnis, image processing ditempatkan sebagai kompetensi strategis.
Foto: UNM
Di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang memposisikan diri sebagai Kampus Digital Bisnis, image processing ditempatkan sebagai kompetensi strategis.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Arfhan Prasetyo, Ketua Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri

Perkembangan teknologi computer vision yang semakin sering dibahas di media online dan televisi hari ini kerap tampil sebagai simbol kecanggihan kecerdasan buatan. Sistem pengenal wajah, kamera pintar, hingga analisis video berbasis AI seolah menjadi puncak inovasi teknologi visual. Namun, di balik semua itu, ada satu fondasi penting yang sering luput dari perhatian: image processing.

Sebagai Ketua Program Studi Informatika di Universitas Nusa Mandiri, saya memandang image processing sebagai “bahasa dasar” yang wajib dikuasai oleh generasi Informatika. Teknologi ini memungkinkan komputer memahami gambar bukan sekadar sebagai visual, melainkan sebagai kumpulan data numerik yang memiliki pola dan struktur.

Melalui proses inilah mesin dapat mengenali objek, bentuk, dan karakteristik tertentu. Tanpa pengolahan citra, computer vision hanya akan menjadi konsep canggih di atas kertas, tetapi rapuh dalam implementasi.

Bagi mahasiswa Informatika, memahami image processing bukan hanya soal lulus mata kuliah. Ini adalah latihan berpikir komputasional yang sesungguhnya. Setiap citra digital tersusun dari piksel yang menyimpan informasi warna dan intensitas cahaya.

Ketika mahasiswa belajar mengolah citra, mereka sedang belajar membaca realitas visual sebagai data. Mereka dilatih untuk menganalisis, memodelkan, dan mengekstraksi informasi dari sesuatu yang sebelumnya dianggap sekadar gambar biasa.

Di Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang memposisikan diri sebagai Kampus Digital Bisnis, image processing ditempatkan sebagai kompetensi strategis. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan teori algoritma, tetapi diarahkan pada cara berpikir analitis dalam menyelesaikan persoalan nyata.

Mahasiswa diajak memahami alur data visual sejak tahap akuisisi, pemrosesan, hingga menghasilkan keluaran yang bisa dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan atau pengembangan sistem cerdas.

Pendekatan ini penting, karena dunia kerja hari ini semakin bersifat visual. Teknologi image processing digunakan dalam sistem keamanan berbasis AI, analisis citra medis, kendaraan cerdas, industri kreatif, hingga konsep smart city.

Mahasiswa Informatika yang menguasai pengolahan citra memiliki nilai tambah yang signifikan, karena mereka tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga mampu membangun solusi berbasis data visual yang relevan dengan kebutuhan industri.

Lebih dari itu, image processing membentuk cara berpikir. Image processing sebagai “bahasa dasar” yang wajib dikuasai oleh generasi Informatika.melatih mahasiswa untuk melihat masalah secara sistematis, berbasis data, dan terstruktur. Inilah kompetensi inti yang dibutuhkan di era digital: bukan sekadar bisa menggunakan teknologi, tetapi mampu memahami fondasinya dan mengembangkannya.

Pada akhirnya, image processing bukan hanya mata kuliah teknis. Ia adalah pintu masuk menuju pemahaman dunia digital yang lebih dalam. Mahasiswa Informatika tidak cukup menjadi pengguna teknologi visual, tetapi harus siap menjadi perancang dan inovatornya. Dan jika ingin benar-benar menguasai computer vision, tidak ada jalan pintas: semuanya harus dimulai dari image processing.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement