Ahad 01 Feb 2026 18:04 WIB

Pengamat: Arab Saudi Menunjukkan Sikap Ganda Terhadap AS dan Iran

Menurut Dina Sulaeman, Arab Saudi mengambil posisi aman.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Andri Saubani
Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman mengantarkan pesan dari Raja Saudi ke hadapan pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam pertemuan di Teheran, Kamis (17/4/2025).
Foto: IRNA
Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin Salman mengantarkan pesan dari Raja Saudi ke hadapan pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam pertemuan di Teheran, Kamis (17/4/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad), Dina Sulaeman menyoroti langkah yang diambil Arab Saudi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menilai Riyadh (Arab Saudi) mengambil posisi aman dengan tidak sepenuhnya berpihak pada salah satu kubu. 

“Kalau saya melihatnya Arab Saudi menunjukkan sikap ganda terhadap Iran dan Amerika Serikat, istilahnya ‘strategi hedging’ (berusaha mengambil posisi aman di antara dua pihak yang berkonflik),” katanya saat dihubungi Republika, Ahad (1/2/2025). 

Baca Juga

Menurutnya, sikap tersebut tidak lepas dari pertimbangan stabilitas kawasan Teluk. Di mana jika terjadi konflik terbuka antara AS dan Iran berpotensi mengguncang keamanan regional serta berdampak langsung pada perekonomian domestik Saudi.

“Di ruang publik dan forum dunia Islam, juga demi menjaga posisinya di hadapan Teheran, Riyadh menyerukan solidaritas negara-negara Muslim, mendorong diplomasi, dan menolak penggunaan wilayah serta ruang udara Saudi untuk menyerang Iran. Apalagi, memang faktanya, jika perang AS–Iran meletus, tentu stabilitas Teluk terancam dan ekonomi domestik Saudi juga bisa kacau,” katanya.

Namun di sisi lain, Dina menegaskan bahwa Saudi tetap memandang Iran sebagai rival jangka panjang di kawasan. Ia juga menyebut Iran masih menjadi momok bagi sebagian kelompok elit di Riyadh. 

“Namun di saat yang sama, Saudi tetap memandang Iran sebagai rival struktural yang harus ditekan. Kekhawatiran lama (yang sebenarnya juga dihembuskan oleh AS sejak 1979) bahwa Iran adalah ancaman bagi Saudi, masih terus membayangi elite di Saudi, yang khawatir bahwa Iran yang kuat akan menggerus posisi Saudi dalam persaingan regional jangka panjang,” katanya. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement