Kamis 22 Jan 2026 11:42 WIB

Jenazah Deden Maulana, Korban Jatuhnya Pesawat ATR Disemayamkan

Jenazah dishalatkan di masjid komplek AUP sekitar pukul 09.30 WIB.

Rep: M Noor Alfian/ Red: Teguh Firmansyah
Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Kamis (22/1/2025).
Foto: Alfian Republika
Upacara persemayaman dan pemberangkatan jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Kamis (22/1/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jenazah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Deden Maulana tiba di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2025).

Setibanya di AUP, jenazah langsung dishalatkan di masjid komplek AUP sekitar pukul 09.30 WIB. Setelah itu, dibawa menggunakan ambulans menuju auditorium Madidihang untuk upacara persemayaman.

Baca Juga

Sekitar pukul 09.48 WIB  jenazah tiba di auditorium diiringi hormat serta rintikan hujan dari pengantar jenazah. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan sambil menunggu sejumlah tokoh serta perwakilan keluarga almarhum yang akan datang.

Seperti diwartawakan, jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berjenis kelamin laki-laki akhirnya teridentifikasi atas nama Deden Maulana. Kepastian tersebut setelah tes post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026) malam.

Korban diketahui sebagai pegawai bidang pengelola barang milik daerah di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang juga menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut. Peti jenazah korban dibungkus terpal berwarna biru lalu diserahkan Tim Dokpol Biddokes Polda Sulsel kepada pihak keluarga melalui istri almarhum didampingi iparnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement