Rabu 21 Jan 2026 18:02 WIB

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan

Black box pesawat berisi rekaman data penerbangan dan rekaman suara kokpit.

Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Ahad (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk.
Foto: ANTARA FOTO/Muchtamir
Tim SAR Gabungan membawa kantong berisi serpihan pesawat ATR 42-500 milik IAT di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Ahad (18/1/2026). Tim SAR gabungan masih berusaha mengevakuasi para korban kecelakaan pesawat meski terkendala cuaca buruk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Basarnas mengonfirmasi telah ditemukan black box atau kotak hitam pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami kecelakaan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Kotak hitam atau black box pesawat berisi rekaman data penerbangan dan rekaman suara kokpit.

"Siap, benar, sudah, ditemukan pukul 11.00 Wita tadi," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga

Edy menjelaskan kotak hitam tersebut selanjutnya dibawa turun dari bukit lalu diserahkan SAR gabungan kepada tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk keakuratan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Infanteri Dody Triyo Hadi melaporkan bahwa kotak hitam ditemukan di dalam bagian ekor pesawat di lokasi kecelakaan. Dia mengatakan tim gabungan TNI, Basarnas, dan relawan membentuk tim khusus untuk menjangkau lokasi ekor pesawat yang berada di medan terjal, setelah sebelumnya hanya dapat diidentifikasi secara visual.

“Setelah pengecekan langsung, black box masih berada di posisinya di dalam potongan ekor pesawat dan berhasil dilepas dari dudukannya,” ujarnya.

Proses evakuasi kotak hitam dari lokasi penemuan di jurang perbukitan menuju posko di Desa Tompobuli, Pangkep, Sulawesi Selatan dilaporkan memakan waktu sekitar tiga jam dan tim gabungan berhadapan dengan tantangan medan curam sekaligus cuaca. 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement