Selasa 20 Jan 2026 17:29 WIB

Erdogan: Saudara Kami Iran, Insya Allah Bisa Lalui Ujian Ini

Turki menolak rencana operasi militer AS yang bisa menyeret kawasan dalam kekacauan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
Foto: Kantor Kepresidenan Turki via EPA-EFE
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Senin (19/1/2026), menggambarkan demonstrasi di Iran sebagai sebuah 'ujian baru' untuk Teheran. Erdogan menegaskan Turki akan menentang segala inisiatif yang bisa mendorongan kawasan ke dalam kekacauan.

"Kami percaya bahwa dengan sebuah kebijakan yang memprioritaskan dialog dan diplomasi, saudara kami Iran, insya Allah, akan bisa melewati periode penuh perangkap ini," ujar Erdogan dalam sebuah pidato usai rapat kabinet mingguan dikutip Turkish Minute.

Baca Juga

Ini adalah pertama kalinya Erdogan mengomentari peristiwa demonstrasi yang terjadi di Republik Islam Iran. Hingga Senin, Teheran masih memutus akses internet dan ribuan korban tewas akibat demonstrasi berujung kerusuhan.

"Tetangga kami Iran, menyusul serangan Israel, sekarang menghadapi sebuah ujian yang menargetkan kedamaian sosial dan stabilitasnya," kata Erdogan.

"Kami mengamati semua skenario yang sedang ciba ditulis melalui (aksi) jalanan," kata Erdogan menambahkan.

"Lewat kebijakan luar negeri kami yang berpusat pada perdamaian dan stabilitas, kami akan terus menentang inisiatif apapun yang berisiko menyeret kawasan kami ke dalam ketidakpastian."

Pada Kamis pekan lalu, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menegaskan, bahwa Ankara menentang sebuah operasi militer terhadap Iran. Sebuah opsi yang oleh Presiden AS Donald Trump terus didengungkan dengan dalih menolong pada demonstran di Iran.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement