REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis, terus memperkuat langkah internasionalisasinya. Kali ini melalui Kantor Urusan Internasional (KUI) menggelar rapat daring proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Warga Negara Asing (WNA) asal Timor-Leste, pada Jumat (9/1/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UNM menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang inklusif dan berdaya saing global.
Rapat melalui Zoom Meeting itu bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh mengenai tahapan seleksi, persyaratan administrasi, serta aspek teknis pendaftaran agar proses PMB transparan, sistematis, dan ramah bagi calon mahasiswa internasional.
Kepala KUI UNM, Arif Hidayat, menjelaskan UNM memastikan seluruh calon mahasiswa asing memperoleh informasi yang jelas dan terstruktur.
“Sebagai Kampus Digital Bisnis yang berorientasi global, UNM berkomitmen memberikan layanan pendaftaran yang mudah, akurat, dan sesuai ketentuan sehingga mahasiswa asing bisa menjalani proses PMB dengan lancar,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Kamis (15/1/2026).
Salah satu calon mahasiswa asal Timor-Leste, Maria Doutel Sarmento mengapresiasi layanan dan respons cepat yang diberikan UNM selama proses pendaftaran.
Melalui peran aktif KUI, UNM terus menegaskan posisinya sebagai kampus yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi UNM memperkuat reputasi global sekaligus menghadirkan ekosistem pembelajaran lintas budaya di lingkungan Kampus Digital Bisnis.