Rabu 14 Jan 2026 16:51 WIB

Arab Saudi Peringatkan AS Agar tak Serang Iran

Penggulingan rezim Iran sangat mengganggu pengiriman minyak global di Selat Hormuz.

Menteri Pertahanan Saudi Khalid Bin Salman (kanan) bertemu dengan pejabat tinggi keamanan Iran Ali Larijani, Rabu (17/9/2025).
Foto: SPA
Menteri Pertahanan Saudi Khalid Bin Salman (kanan) bertemu dengan pejabat tinggi keamanan Iran Ali Larijani, Rabu (17/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Negara-negara Arab yang berbatasan dengan Teluk Persia mendesak AS untuk tidak melancarkan serangan militer terhadap Iran. Negara Teluk memperingatkan bahwa intervensi semacam itu dapat memicu ketidakstabilan ekonomi dan politik di seluruh kawasan. Demikian menurut laporan media pada Selasa dan dilansir Anadolu Rabu.

"Arab Saudi, bersama dengan Oman dan Qatar, telah secara diam-diam melobi pemerintahan Trump setelah Gedung Putih memperingatkan mereka untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan terhadap Teheran," demikian menurut Wall Street Journal.

Baca Juga

Meskipun negara-negara ini tetap diam di tengah Iran yang menghadapi protes massal, mereka mendesak para pejabat AS di balik layar untuk mempertimbangkan kembali serangan ke Teheran.

Menurut para pejabat Teluk Arab, setiap upaya militer untuk menggulingkan rezim Iran dapat sangat mengganggu pengiriman minyak global melalui Selat Hormuz, yang merupakan jalur air strategis tempat sekitar 20% pasokan minyak dunia melewatinya.

Mereka khawatir akan dampak negatif di dalam negeri, kemunduran ekonomi, dan potensi pembalasan jika pasukan AS bertindak.

Para pejabat Saudi dilaporkan telah memberi tahu Teheran bahwa mereka tidak akan berpartisipasi dalam konflik apa pun atau mengizinkan akses wilayah udara Amerika, dengan tujuan menjauhkan diri dari konfrontasi langsung.  “Presiden mendengarkan berbagai pendapat tentang isu apa pun, tetapi pada akhirnya membuat keputusan yang menurutnya terbaik,” kata seorang pejabat Gedung Putih.

Seperti diketahui hubungan Arab Saudi dan Iran mulai membaik dalam beberapa waktu terakhir. Pejabat kedua negara saling berkunjung untuk saling membangun komunikasi.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement