Ahad 01 Mar 2026 07:04 WIB

Mantan Wapres AS Ungkap Kebohongan Donald Trump soal Iran

Mantan wapres AS meyakini keputusan Trump ditentang mayoritas warga AS.

Rep: Bambang Noroyono/ Red: Muhammad Hafil
Presiden AS Donald J Trump
Foto: EPA/KENNY HOLSTON / POOL
Presiden AS Donald J Trump

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON — Mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris mengecam keputusan Presiden Donald Trump yang menyeret negara itu dalam peperangan dengan Republik Islam Iran. Harris mengatakan Trump adalah presiden penipu, dan pemimpin negara yang keputusannya ceroboh membahayakan pasukan AS ke dalam palagan perang besar di Timur Tengah (Timteng).

Harri meyakini, keputusan Trump ditentang oleh mayoritas warga AS, pun meyakini ambisi perang tersebut bertentangan dengan konstitusi Paman Sam.

Baca Juga

“Donald Trump menyeret Amerika Serikat ke dalam perang yang tiak diinginkan rakyat Amerika. Izinkan saya menegaskan, bahwa saya menentang perang dengan Iran, dan pasukan kita (AS) ditempatkan dalam bahaya demi perang pilihan Trump,” ujar Harris dalam pernyataannya melalui media sosial (medsos), Ahad (1/3/2026).
 
Harris, wakil presiden di masa Joe Biden itu mengatakan, peperangan dengan Iran yang dipilih oleh Trump merupakan pertaruhan berbahaya bagi nasib para prajurit AS.
 
Harris menambahkan, pilihan Trump berperang dengan Iran, mengancam upaya perdamaian di kawasan Timteng, dan membahayakan stabilitas serta keamanan global. “Ini (perang dengan Iran) adalah pertaruhan berbahaya dan tidak perlu dengan menjadikan prajurit dan warga Amerika sebagai korban, juga membahayakan stabilitas di kawasan, dan kedudukan AS di dunia,” ujar Harris. “Apa yang kita saksikan saat ini, bukan kekuatan. Ini adalah kecerobohan yang disamarkan sebagai keyakinan,” sambung Harris.
 
 
photo
Kekuatan Mematikan Nuklir Rusia - (BBC/Washington Post)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement